30 September 2024
Beternak Ayam di Perkotaan? Bisa! Solusi Cegah Stunting untuk Rumah Tangga
Solok,
(pertaniansolokkota) – Ternak? Kita semua tahu ternak adalah hewan yang telah
didomestikasi untuk dimanfaatkan hasilnya, baik daging, telur, susu maupun
tenaganya. Produk hasil ternak adalah sumber protein hewani yang yang penting
bagi tubuh manusia. Bahkan kalau kebutuhan protein hewani tidak tercukupi maka
balita dan anak beresiko stunting.
Namun
hampir semua kita tentu tidak mau tempat tinggal kita berdekatan dengan kandang
ternak, apalagi ternak itu bukan milik kita. Banyak alasan tentunya seperti bau
yang tidak sedap, kotoran ternak dimana-mana, lalat beterbangan dan potensi
penularan penyakit zoonosis.
Jika
demikian, cocokkah pengembangan peternakan di perkotaan? Sementara penduduk
kota merupakan pasar potensial hasil peternakan karena setiap mereka
mengkonsumsi daging, telur dan susu.
Teknologi
peternakan semakin lama semakin maju, termasuk untuk mengatasi permasalahan sosial
yang muncul di masyarakat seperti di atas. Tentunya pengembangan peternakan di
tengah perkotaan bukanlah peternakan skala industri, namun peternakan rakyat
yang telah di atur oleh pemerintah dan peternakan skala rumah tangga.
Untuk
kali ini kita bahas komoditas ternak ayam. Tata letak kandang ayam untuk lokasi
yang sempit harus diperhatikan. Jarak minimal kandang dari rumah 10 meter,
artinya harus ada ruang kosong untuk selain kandang 10 meter ke depan, 10 meter
ke samping kanan-kiri dan 10 meter ke belakang. Jika kandang berukuran 3x3
meter berarti harus ada ruang kosong total 23 x 23 meter (529 ekor). Kandang
3x3 meter maksimal berisi 80 ekor ayam dewasa. Untuk kontur tanah yang miring,
kondisikan agar limbah atau kotoran akibat aliran air hujan tidak terbawa ke
lahan orang lain atau menyebar.
Kandang
harus terletak di tempat terbuka tanpa lindungan karena tempat terlindung akan
menyebabkan kandang menjadi lembab. Kandang yang lembab selain membuat ternak
tidak sehat juga menyebabkan bau yang tidak sedap dan mengundang lalat ke
lokasi kandang. Pastikan bagian dalam kandang terkena sinar matahari langsung
namun ayam terlindungi ketika malam hari. Tidak lupa drainase harus lancer agar
air tidak tergenang yang membuat tanah menjadi becek.
Sediakan
tempat pengumpulan dan pengolahan kotoran ternak sehingga kotoran tidak
tersebar apalagi jika ada angin. Dengan pengumpulan dan pengolahan kotoran
ternak maka potensi timbulnya bau tidak sedap bisa diminimalkan. Probiotik bisa
dimanfaatkan untuk memastikan bau kotoran tidak timbul. Lalat tidak akan datang
jika tidak ada bau yang mengundangnya untuk bertelur. Untuk itu diupayakan
kandang menggunakan model panggung.
Kok
repot ya pakai pengumpulan dan pengolahan kotorannya? Masyakarat kota sangat
suka dengan tanaman hias dalam pot. Manfaatkan potensi itu dengan menyediakan
pupuk kandang hasil olahan kandang kita. Repot yang ditimbulkan akan hilang
dengan hasil penjualan kotoran ayam. Jika harga per kg kotoran ayam Rp. 3.000,-
maka dari 80 ekor ayam kita bisa mengumpulkan sekitar 4 kg kotoran kering
artinya menghasilkan uang Rp 12.000,- per hari. Tentunya kotoran dikemas
sedemikian rupa untuk menarik pelanggan. Ingat, kotoran ayam mengantung
nitrogen yang tinggi baik untuk tanaman.
Kotoran
yang bernilai bisnis di atas tentunya dengan metode pemeliharaan ayam tetap di
kandang karena jika ayam dibiarkan bermain di luar kandang, kotoran akan tidak
terkumpul dan tentunya akan mengganggu lingkungan sekitar.
Untuk
masyarakat yang berminat memelihara ayam juga pastikan pakan tercukupi. Pakan
ayam dewasa harus minimal mengandung protein sekitar 20% dengan jumlah konsumsi
per ekor 80 gram. Jika ada 80 ekor maka pakan yang harus disediakan per hari
6,4 kg per hari. Sumber pakan yang mudah didapat adalah dedak, ampas tahu dan
bahan buangan lainnya yang harus dikondisikan terpenuhinya 20% kandungan
protein. Jangan lupa jika ayam pada fase bertelur, kandungan kalsium dan abu
pakan dinaikkan. Vitamin diperlukan untuk menjaga kondisi kesehatan ayam.
Jangan
lupa untuk menjaga kesehatan ayam, lakukan biosekuriti secara berkala dengan
membersihkan kandang dari kotoran dan debu serta melakukan penyemprotan dengan
desinfektan.
Peternakan rakyat apalagi
skala rumah tangga tidak memerlukan izin resmi dari pemerintah namun pastikan
lingkungan sekitar tidak terganggu atau tidak menimbulkan masalah sosial. Jika
ingin mengembangankan peternakan ayam skala industry maka harus mengurus izin dan
mematuhi peraturan yang ada (fa).
23 kali dilihat