Wakil Walikota Solok Lepas Kontingen PEDA KTNA

Wakil Walikota Solok Lepas Kontingen PEDA KTNA

Solok (dispertasolok). PEDA KTNA adalah kependekan dari Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan. Kegiatan ini merupakan even tingkat propinsi yang kali ini diadakan di Komplek Balai Kota Padang di Aia Pacah. Kegiatan PEDA KTNA ini berlangsung dari tanggal 7 sd 9 September 2019.

Seluruh petani yang tergabung dalam KTNA dari seluruh kabupaten dan kota se Sumatera Barat akan mengikuti kegiatan ini dengan mengutus perwakilannya. Berbagai kegiatan akan dilangsungkan dalam PEDA yang ke V ini diantaranya Lomba Mars KTNA, Cerdas Tangkas, Lomba Stand Pameran dan Asah Terampil. Agenda Utama lainnya adalah Rembug Utama KTNA Nasional dalam rangka pembentukan Panitia Pelaksana PENAS (Pekan Nasional) KTNA yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan Juli 2020 di tempat yang sama.

Pada tanggal 6 September 2019, Kontingen PEDA KTNA 2019 dari Kota Solok yang berjumlah 33 orang yang terdiri dari 28 orang anggota KTNA dan 5 orang pendamping dilepas oleh Wakil Walikota Solok, Reinier di Kantor Dinas Pertanian Kota Solok. Hadir dalam pelepasan kontingen Kepala Dinas Pertanian Kota Solok,Ikhvan Marosa, Ketua KWT-HKTI (Kelompok Wanita Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) Kota Solok, Elfia Reinier, Kepala Bidang Penyuluhan, Zeldi Efiza dan Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Agribisnis, Eka Yulmalida.

Dalam arahan pelepasan, Wakil Walikota mengharapkan semangat kontigen Kota Solok di tengah keterbatasan anggaran namun dengan semangat yang tinggi, akhirnya Kota Solok dapat mengirimkan kontingen dengan jumlah yang cukup besar. Reinier juga menyatakan agar petani kita dapat mempelajari dari pengalaman petani daerah lain sehingga tidak seperti “katak dalam tempurung”. “Di Kota Solok mungkin kita merasa yang paling pandai, namun belum tentu jika kita bandingkan dengan petani daerah lain” tutur Wakil Walikota.

Wakil Walikota Solok memberi arahan pelepasan kontingen

Wakil Walikota juga menyinggung masalah perkebunan kakao yang banyak tidak terawat dan berpesan dengan adanya PEDA KTNA ini dapat menimba ilmu dari petani kakao daerah lain sehingga tanaman kakao di Kota Solok dapat dirawat dengan baik dan benar. Jika tanaman kakao dirawat dengan baik maka hasil panen yang didapat akan dapat meningkatkan pendapatan yang cukup besar dan menjanjikan.

“Sektor Pertanian di Kota Solok jika dikelola dengan baik merupakan sektor yang paling menjanjikan dibanding sektor yang lain. Sektor Pertanian dengan hanya memoles sedikit perubahan akan lebih terasa manfaatnya dibanding sektor lain yang membutuhkan banyak usaha dan dana” terang Reinier.

Disaat yang hampir bersamaan di tempat sama dengan PEDA KTNA juga diselenggarakan Pameran Florikultura Tingkat Nasional yang berlangsung dari tanggal 6 sd 9 September 2019. Pameran Florikultura sendiri rencananya dibuka pada tanggal 6 September 2019 dan Dinas Pertanian Kota Solok akan mengikuti kegiatan ini dengan membuka stand yang berisi andalan Kota Solok seperti Bunga Krisan (fa).

Leave a Reply

Close Menu