Wakil Walikota Solok Kunjungi Tim Pemantau dan Pemeriksa Ternak Qurban

Solok (dispertasolok). Dalam upaya mencegah penularan penyakit zoonosis yang diakibatkan konsumsi ternak qurban, Dinas Pertanian Kota Solok membentuk Tim Pemantau dan Pemeriksa Ternak Qurban. Tim ini bekerja mulai dari tanggal 20 Juli sampai dengan 3 Agustus 2020.

Tim Pemantauan dan Pemeriksaan Ternak Qurban Kota Solok Tahun 2020/1441 H bekerja dalam dua fase kegiatan, yaitu pemeriksaan antemortem dan pemeriksaan postmortem. Pemeriksaan antemortem ini berlangsung dari tanggal 20 sampai dengan 30 Juli 2020 dengan target pemeriksaan calon ternak qurban milik pedagang ternak Kota Solok. Sedangkan fase postmortem berlangsung dari tanggal 31 Juli sampai dengan 3 Agustus 2020 dengan lokasi di masjid, musholla, sekolah dan perorangan/keluarga yang menyelenggarakan qurban.

Pada tanggal 2 Agustus 2020 disela-sela tim bekerja, Wakil Walikota Solok, Reinier berkunjung ke lokasi pemotongan ternak qurban di Kantor KAN lama. Wakil Walikota disambut oleh Kepala UPTD Puskeswan, Denny Susanti yang sedang bertugas di lokasi tersebut. Wakil Walikota sembari menyapa masyarakat yang hadir saat itu mengatakan bahwa Pemerintah Kota Solok melalui Dinas Pertanian selalu memperhatikan penyelenggaraan qurban untuk memastikan ternak yang disembelih dalam keadaan sehat.

Tim ini rutin diturunkan pada Hari Raya Idul Adha tiap tahun untuk memastikan ternak yang disembelih dan daging serta produk lainnya dalam keadaan aman, sehat, utuh dan halal (ASUH). Daging ASUH didefinisikan yaitu Aman yang berarti tidak mengandung penyakit dan residu yang dapat menyebabkan penyakit/mengganggu kesehatan manusia. Sehat yang berarti memiliki zat-zat yang berguna bagi kesehatan dan pertumbuhan tubuh. Utuh yang berarti tidak dicampur dengan bagian lain dari hewan tersebut atau bagian dari hewan lainnya. Halal yang berarti dipotong dan ditangani sesuai dengan syariat agama Islam (Direktorat Kesmavet, 2003).

Tahun 2020, Kota Solok menyembelih 664 ekor ternak yang terdiri 49 ekor kambing dan 615 ekor sapi. Jumlah tersebut tersebar pada 120 titik di masjid, musholla, sekolah dan keluarga yang ada di Kota Solok.

Penyelanggaraan  qurban tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Tahun 2020 ini qurban dilangsungkan dengan menerapkan protokol Covid 19. Seluruh petugas, panitia dan peserta yang hadir wajib memakai masker/face shield dan menjaga jarak (fa).

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *