Wakil Walikota Solok Hadiri Pembukaan Festival Bunga dan Buah Terbesar di Indonesia

Wakil Walikota Solok Hadiri Pembukaan Festival Bunga dan Buah Terbesar di Indonesia

Padang (dispertasolok). Siapa bilang Dunia Pertanian identik dengan berkotor-kotor dan tidak mempunyai prospek cerah. Jika masih ragu untuk terjun ke dunia pertanian maka akan hilang keraguan tersebut ketika melihat Festival Bunga dan Buah yang bertajuk Festival Florikultura Indonesia 2019 yang berlangsung pada tanggal 6 sd 9 September 2019 di Komplek Balai Kota Padang Air Pacah.

Pada festival yang diikuti oleh beberapa stand pemerintah daerah di Indonesia diantaranya Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintah Kabupaten Tabanan, Pemerintah Kota Tomohon dan masih banyak lagi termasuk hampir seluruh kabupaten dan kota se Sumatera Barat ini menampilkan pemandangan yang luar biasa. Hampir seluruh sudut stand festival menyajikan keindahan bunga dan buah yang menawan. Hilang sejenak persepsi dunia pertanian yang identik dengan kotoran berlumpur.

Yang lebih mengejutkan lagi, ternyata petani bunga dan buah ini merupakan petani mapan dan berkecukupan. Hal ini didapat dari harga jual, khususnya bungan yang cukup tinggi. Untuk anggrek jenis dendrobium yang masih kecil dilepas dengan harga Rp. 40.000,-/batang dan jenis anggrek bulan yang baru berbunga dihargai Rp. 160.000,-/batang.

Festival ini dibuka secara resmi oleh Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Perekonomian, Musdhalifah Machmud pada tanggal 6 September 2019 dan dihadiri oleh Direktur Buah dan Hortikultura, Liferdi Lukman, Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Provinsi Sumatera Barat, Beni Warlis yang mewakili Gubernur Sumatera Barat, Walikota Padang, Mahyeldi, Wakil Walikota Solok, Reinier, Kepala Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi), Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Barat, Kepala Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu) dan Kepala Dinas Pertanian se Sumatera Barat.

Musdhalifah memberi harapan bahwa potensi pengembangan florikultura sangat luas biasa untuk ekspor dan mendorong Lubuk Minturun menjadi Pusat Florikultura di Sumatera Barat.

Sementara itu Direktur Buah dan Hortikultura disela kunjungan ke stand festival menyatakan minimal ada tiga yang harus dipenuhi agar ke depan produk florikultura Indonesia masuk pasar internasional, yaitu quality, quantity dan continuity.

Beberapa bunga yang menonjol pada pameran yang diikuti oleh 22 daerah ini adalah bunga krisan, bunga anggrek, bonsai dan bunga khas daerah masing-masing. Di stand festival juga banyak spot yang instagrammable yang sayang untuk dilewatkan begitu saja

Kota Solok sendiri menampilkan Agrowisata Payo dengan bunga krisannya. Banyak pengunjung yang datang ke Stand Kota Solok untuk membeli bunga krisan atau hanya sekadar berfoto karena spot Stand Kota Solok didesain untuk berswafoto (fa).

Leave a Reply

Close Menu