Tingkatkan Kompetensi dan Kinerja, Penyuluh Pertanian Se Kota Solok Ikuti Temu Teknis Penyuluhan

Solok (dispertasolok), Hari Selasa, 16 Maret 2021 Dinas Pertanian Kota Solok menyelenggarakan Temu Teknis Penyuluh Pertanian di Aula Dinas Pertanian Kota Solok. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Penyuluh Pertanian se- Kota Solok yang berjumlah 15 orang dan Penyuluh Pertanian Swadaya yang berjumlah 10 orang. Temu Teknis Penyuluhan kali ini mengangkat Tema tentang Peningkatan Kompetensi dan Kinerja Penyuluh Pertanian. Tujuan mengangkat tema ini adalah untuk dapat meningkatkan profesionalisme Penyuluh Pertanian di Kota Solok serta sebagai penyegaran kembali kepada penyuluh pertanian Kota Solok tentang tugas dan fungsi dari penyuluh pertanian itu sendiri. Kegiatan Temu Teknis Penyuluh Pertanian ini direncanakan akan dilaksanakan sebanyak dua kali di Tahun 2021 ini.

Acara ini dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian Kota Solok yang diwakili oleh Kepala Bidang Penyuluhan, Zeldi Efiza dan bertindak selaku narasumber pada temu teknis ini yaitu Tim Kelompok Jabatan Fungsional (KJF) dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumatera Barat, Rina Putra, Primadona Betta dan Winti Carito.

Zeldi Efiza menyampaikan bahwa pada saat ini penyuluh pertanian merupakan motor penggerak pertanian dan kinerja penyuluh pertanian sangat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor dan pada umumnya, kinerja Penyuluh Pertanian sangat dipengaruhi perubahan individu penyuluh, psikologis dan organisasi yakni penyuluh dalam melakukan tugas-tugas penyuluhan.

‚ÄúPenyuluh pertanian Kota Solok diharapkan dapat menjadi aparatur pertanian yang professional serta kreatif dalam menjalankan tugasnya. Penyuluh pertanian harus mempunyai manajeman waktu yang bagus karena penyuluh¬†tidak hanya menjalankan tugasnya sebagai pendamping petani tetapi juga diharapkan dapat selaras dan mendukung program-program pembangunan pertanian yang ada di Kota Solok‚ÄĚ tutur Zeldi.

Salah satu dari Kelompok Jabatan Fungsional (KJF) Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumatera Barat, Rina Putra, menyampaikan bahwa kompetensi itu merupakan seperangkat pengetahuan, keterampilan dan prilaku yang harus dimiliki dan dihayati oleh penyuluh pertanian.

‚ÄúPenyuluh pertanian merupakan seorang fasilitator. Penempatan wilayah kerja penyuluh pertanian itu sendiri seharusnya harus berdasarkan pada peta komoditi daerah dan spesialisasi dari penyuluh itu sendiri‚Ä̬†ucap Rina Putra

Menurutnya, salah satu cara dari peningkatan kompetensi penyuluh ini yaitu dengan cara Pelaksanaan Evaluasi  Penyuluhan Pertanian yang didasarkan pada Peraturan Menteri Pertanian  Nomor 91 Tahun 2013 tentang Evaluasi Kinerja Penyuluh Pertanian. Evaluasi ini harus dilaksanakan untuk menandakan bahwa penyuluh itu memang bekerja sesuai dengan tugas pokoknya serta sebagai dasar pemberian Rekomendasi pembayaran Niaya Operasional Penyuluh (BOP) Pertanian.

Primadona Betta salah satu narasumber dari KJF Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumatera Barat juga membenarkan tentang pentingnya melakukan evaluasi guna meningkatkan kompetensi penyuluh pertanian.

‚ÄúAda tiga langkah utama dalam proses evaluasi yaitu pengumpulan informasi, perumusan standar atau seperangkat kriteria yang dipergunakan dalam pengumpulan informasi serta penarikan kesimpulan dan pertimbang‚ÄĚ tandas Penyuluh Madya pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumatera Barat ini.

‚ÄúFaktor utama untuk membangun penyuluh yang kompeten dan professional¬†adalah¬†penyuluh harus memiliki kemauan, mau kerja keras, terus belajar dan dapat membangun kerja sama‚ÄĚ lanjut Betta.

Sementara itu Winty banyak menyampaikan motivasi dan contoh keberhasilan penyuluhan yang didasarkan pada profesionalisme penyuluh. Winty juga menekankan pentingnya dokumentasi untuk membuktikan kerja penyuluh di lapangan (ly).

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *