Tim Tatakan Asik Divisi Hidroponik Beraksi di Aisyiah Kota Solok

Tim Tatakan Asik Divisi Hidroponik Beraksi di Aisyiah Kota Solok

Solok (dispertasolok). Dalam rangka memasyarakatkan teknologi budidaya hidroponik di Kota Solok, belum lama ini telah dibentuk Tim Tatakan Asik (Tabulampot, Tanaman Hias, Ikan Hias dan Hidroponik). Tim ini akan bergerak sesuai dengan permintaan masyarakat Kota Solok, khususnya kebutuhan akan nara sumber untuk pelatihan.

Pada tanggal 14 September 2019, Tim Tatakan Asik Divisi Hidroponik bergerak ke Kantor Pimpinan Daerah Aisyiah Kota Solok di Jalan Ahmad Dahlan depan Kantor Bank Nagari Kota Solok. Tim kali ini berkekuatan 2 orang yaitu Ramadanus dan Fathoni Abdillah memenuhi permintaan PD Aisyiah yang diketuai oleh Hamidayati yang sekaligus sebagai ketua pelaksana Pelatihan Hidroponik.

PD Aisyiah bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kota Solok mengadakan pelatihan ini dengan mengundang peserta sebanyak 50 orang yang terdiri dari anggota Aisyiah, guru TK Aisyiah dan orang tua siswa TK Aisyiah.

Pembukaan Pelatihan Hidroponik

Dalam sambutan pembukaan, Kepala Dinas P3A yang diwakili oleh Yusnel Faroza selaku kepala bidang di dinas tersebut mengatakan bahwa Dinas P3A memfasilitasi organisasi perempuan termasuk Aisyiah dalam rangka pemberdayaan perempuan di Kota Solok. Pihaknya menyetujui materi hidroponik ini disampaikan dalam pelatihan karena kebutuhan akan bahan makanan yang aman, sehat dan segar dapat disediakan dan dikonsumsi pada keluarga atau rumah tangga di Kota Solok.

Sementara itu nara sumber pelatihan hidroponik yang pertama, Fathoni menyampaikan prinsip-prinsip budidaya hidroponik, keuntungan bertanam dengan hidroponik dan jenis-jenis hidroponik. “Hidroponik merupakan alternatif pertanian pada lahan terbatas (perkotaan), dapat diusahakan sepanjang tahun tanpa mengenal musim, budidaya tanaman bersih dan aman, laju pertumbuhan 50% lebih cepat dibanding konvensional, ramah lingkungan (bebas pestisida), praktis dalam pemeliharaan dan menumbuhkan kreativitas pehobi tanaman” jelasnya.

Peserta pelatihan semangat melakukan praktek hidroponik

Nara sumber kedua, Ramadanus yang telah mengusahakan hidroponik sekitar 5 tahun memaparkan cara perakitan rangkaian hidroponik dengan paralon dan pembuatan hidroponik dengan menggunakan barang-barang bekas. “Siapkan alat atau set peralatan hidroponik, Siapkan media tanam dengan pilihan rockwool, sabut kelapa, sekam padi, kapas atau bahan yang menyerap air lainnya, Siapkan bibit tanaman, Siapkan larutan nutrisi, Setting penanaman, Pemeliharaan tanaman (Mengukur EC dan pH larutan, Hama dan penyakit) dan Panen” terangnya dengan semangat yang menggebu-gebu.

Ramadanus juga menambahkan pemanfaatan pupuk alami seperti tanaman azolla yang banyak ditemui di sawah. “azolla merupakan sumber N bagi tanaman hidroponik dan dapat dengan mudah diperoleh di sawah. Manfaatkan barang bekas dan yang ada di lingkungan sekitar kita. Kita juga bisa memanfaatkan kaleng cat untuk berhidroponik” imbuhnya.

Pada sesi akhir pelatihan dilakukan praktek pembuatan hidroponik dengan menggunakan botol plastik bekas yang dibawa peserta. Peserta antusias mengikuti dan melaksakan praktek tersebut dengan diselingi diskusi (fa).

Leave a Reply

Close Menu