Petani Krisan Payo Telah Mampu Melakukan Pembibitan Mandiri

Solok (dispertasolok), Pengembangan Bunga Krisan di Payo Kelurahan Tanah Garam telah berlangsung cukup lama. Selama ini dalam pengembangannya, Krisan di Payo membutuhkan suplai bibit dari Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) di Cianjur Jawa Barat. Kondisi ini mulai diurai oleh Dinas Pertanian Kota Solok dengan melatih petani setempat tentang cara pembibitan bunga krisan.

Hal itu juga yang menjadi salah satu target kegiatan dari Dinas Pertanian Kota Solok yaitu menciptakan petani krisan yang selain terampil melakukan budidaya tanaman krisan juga mampu membuat pembibitannya secara mandiri.

Di dalam budidaya tanaman baik tanaman setahun maupun tanaman semusim, ketersediaan bibit merupakan salah satu sarana produksi yang tidak bisa diabaikan. Demikian juga dengan tanaman hias (florikultura) khususnya bunga krisan agar penanaman tetap berkelanjutan maka ketersediaan bibit harus terjaga.

Salah satu petani yang dilatih adalah Yosa, petani krisan di kawasan agrowisata Batu Patah Payo. Yosa menyatakan dirinya mencoba membuat pembibitan krisan ini berawal dari hasil diskusi dengan Edi Haryanto, Kepala Seksi Tanaman Hortikultura, Dinas Pertanian Kota Solok dan uji coba penanamannya dibantu oleh petugas pendamping kegiatan Krisan, Rama Agusta.

Masih menurut Yosa, dengan luasan rumah bibit kurang lebih 3.5 x 5 m, dirinya bisa memanen bibit krisan sekitar 150-an stek per dua minggu , dengan demikian apabila ditanam utk di buat menjadi krisan pot baru mampu memproduksi sekitar 50 krisan pot tiap bulannya.

“Tapi ini merupakan kemajuan bagi kelompok tani kami karena sebelumnya kami hanya menanam atau membudidayakan krisan potong dan krisan pot saja, dan alhamdulillah sejak bulan Maret 2020 kemarin kami sudah bisa mencoba membuat krisan pot dari pembibitan sendiri,” tutur Yosa.

Di tempat terpisah Kepala Dinas Pertanian Kota Solok, Ikhvan Marosa menyampaikan bahwa untuk menambah pengetahuan dan ketrampilan petugas dan petani krisan di Payo pihaknya akan menganggarkan kegiatan magang ke Balai Penelitian Tanaman Hias di Jawa Barat.

Kepala Dinas Pertanian Kota Solok, Ikhvan Marosa

“Bunga Krisan telah mulai dikenalkan ke masyarakat Payo semenjak Tahun 2006 dan Dinas Pertanian Kota Solok selalu mendampingi, bahkan Tahun 2017 dibangun Screen House untuk Budidaya Krisan dan ke depan Dinas Pertanian tidak akan berhenti berkontribusi dalam Pengembangan Bunga ini” Kata Kepala Dinas Pertanian yang gemar menggeluti Dunia Florikultur ini.

“Kita telah mengawali dengan MoU dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementan RI dan telah meresmikan Agrowisata Payo pada tanggal 5 Desember 2018 silam. Keberlanjutan Agrowisata ini yang terus akan kita jaga sesuai harapan Dirjen Hortikultura waktu itu, Suwandi dan Walikota Solok, Zul Elfian” Lanjut Kepala Dinas Pertanian sejak Tahun 2018 tersebut.

Kepala Seksi Hortikultura, Edi Haryanto dan Tim dari Dinas Pertanian Kota Solok

Keberlanjutan Agrowisata Payo telah diusahakan Dinas Pertanian Kota Solok, secara teknis di bawah tim yang dikomandoi Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Yubidarlis, Pengembangan Krisan terus dilakukan secara rutin melalui olah lahan, penanaman, perawatan, panen dan pasca panen. Pembinaan kelembagaan juga terus dilakukan oleh penyuluh setempat (eho).

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *