Petani Kota Solok Berharap Dapat Sertifikasi Padi Organik

Petani Kota Solok Berharap Dapat Sertifikasi Padi Organik

Solok (disperta). Keamanan pangan akhir-akhir ini menjadi perhatian utama. Banyaknya akibat yang ditimbulkan oleh makanan yang tidak aman menjadikan masyarakat semakin waspada akan asupan harian mereka. Menangkap kecemasan masyarakat, sektor pertanian berusaha mengatasi keamanan pangan agar bebas senyawa an organik yang berasal dari pupuk dan pestisida.

Sebagai lanjutan dari Sekolah Lapang Padi Organik yang telah dilaksanakan tahun lalu, tahun ini Dinas Pertanian Kota Solok mengadakan percontohan berupa demonstrasi farm (demfarm) padi organik seluas 5,5 ha yang berlokasi di Kelompok tani Serba Usaha dan Wanita Serba Usaha Kelurahan Tanah Garam serta Kelompok Tani Pasir Saiyo dan Pasir Maju di Kelurahan Laing.

Selain mengadakan demfarm, Dinas Pertanian Kota Solok juga menyelenggarakan Sekolah Lapang Pengolahan Pupuk Organik yang dilakukan di Kelompok Tani Serba Usaha dan Kelompok Tani Wanita Serba Usaha.

Pada tanggal 5 Agustus 2019 bertempat di Rumah Pengurus Kelompok Tani Wanita Serba Usaha, Novera Yanti dilaksanakanlah sekolah lapang ini untuk pertemuan pertama yang diikuti oleh gabungan dua kelompok tani.

Bertindak selaku Nara sumber Pastaliza Fatma, S.TP, M.Si. yang merupakan Manajer Teknis Lembaga Sertifikasi Organik (LSO) Provinsi Sumatera Barat. LSO Provinsi Sumatera Barat merupakan lembaga sertifikasi organik satu-satunya di Pulau Sumatera dan satu-satunya di Indonesia yang berstatus milik pemerintah.

Sekolah Lapang Pengolahan Pupuk Organik ini dibuka oleh Kepala Bidang Penyuluhan, Ir. Zeldi Efiza dan dihadiri oleh Kepala Seksi Kelembagaan dan Penyuluhan, Jhoni Lukman, S.TP., M.T., Kepala Seksi Data dan Informasi Pelayanan, Sabrianova Dairoza, SP., Kepala Seksi Penerapan Teknologi, Fathoni Abdillah, S.Pt., M.Eng., Koordinator Penyuluh Pertanian Kota Solok, Nazifah, SP, Penyuluh Pertanian Wilbin Tanah Garam II, Melda, SP. dan Ricky, SP., M.Si.

Dalam sambutan pembukaan, Kepala Bidang Penyuluhan yang pernah bertugas di BKPSDM dan Koperindag ini mengatakan program padi organik dapat dibudidayakan secara berkesinambungan walaupun suatu saat dilaksanakan secara swadaya atau mandiri karena prospek kedepannya sangat terbuka.

Nara sumber pada pertemuan pertama ini menyampaikan materi tentang Standar Nasional Indonesia (SNI) 6729:2016 tentang Sistem Pertanian Organik.

Peserta antusias mengikuti SL

“Produk-produk organik yang beredar di pasaran jika tidak ada label organik yang sudah ditentukan maka dipastikan produk tersebut tidak terjamin” Demikian disampaikan oleh nara sumber yang merupakan Pejabat Fungsional Pengawas Mutu Hasil Pertanian (PMHP) di Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Nara sumber yang biasa dipanggil dengan “Ijhe” ini juga memaparkan tentang fakta pangan organik diantaranya sayur dan buah organik ternyata lebih baik untuk jantung dibandingkan dengan sayuran dan buah non organik karena kadar flavonoid yang tinggi sebagai akibat tidak adanya pupuk kimia dalam pertanian organik. Flavonoid sendiri memiliki segudang manfaat, antara lain menurunkan tekanan darah, mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke, serta disebut-sebut sebagai penangkal kanker dan demensia (pikun).

“Beberapa dampak mengkonsumsi bahan pangan yang terkena pestisida diantaranya logam berat yang merupakan unsur pestisida biasanya ditimbun di dalam hati, sehingga mempengaruhi metabolisme dan menyebabkan kerusakan pada ginjal. Mengganggu peredaran hormon sehingga menyebabkan efek testikular dan menimbulkan sejumlah penyakit seperti kanker prostat, problem reproduksi perempuan, kanker payudara, dan perubahan perilaku” papar mantan ASN Pemkab Solok ini.

Peserta yang semuanya wanita sangat antusias menyimak dan berdiskusi dengan nara sumber serta berharap budidaya padi organiknya dapat disertifikasi sehingga dapat diakui pasar karena telah memiliki label organik.

Untuk selanjutnya, peserta sekolah lapang pada pertemuan kedua akan mendapatkan materi tentang penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) tentang Budidaya Organik di masing-masing kelompok (fa).

Leave a Reply

Close Menu