Pentingnya Peran BPP dalam Pembangunan Pertanian

Solok (dispertasolok). Pembangunan Pertanian berkaitan erat dengan penyuluhan. Peningkatan SDM dan difusi teknologi pada petani menjadikan peran penyuluhan sangat strategis. Berbagai sistem penyuluhan pertanian sejak zaman orde baru sampai sekarang telah dilakukan untuk mencari sistem yang paling efektif dan efesien untuk mencapai tujuan.

Peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di kecamatan sebagai titik awal penyuluhan pertanian dirancang sedemikian rupa para era pemerintah sekarang. BPP diharapkan memainkan lima peran penting yaitu sebagai pusat data dan informasi, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, dan pusat konsultasi agribisnis, serta pusat pengembangan jejaring dan kemitraan.

Tema ini yang berkembang pada Pertemuan Koordinasi Kostratani dan Kostrada Kota Solok pada Hari Rabu, 20 Januari 2021. Hadir pada kegiatan ini Kepala Dinas Pertanian Kota Solok, Ikhvan Marosa, Kepala Balitbu-Tropika, Ellina Mansyah, Liaison Officer (LO) Kota Solok, Kab. Solok dan Kota Pariaman dari BPTP Sumatera Barat, Zul Irfan, Sekretaris Dinas Pangan, Gusmanri, Camat Lubuk Sikarah, Lurah se Kota Solok, Penyuluh se Kota Solok dan Perwakilan Petani.

Pada sambutannya, Zul Irfan menyampaikan peran dan tata kerja instansi dalam Sistem Kostratani. Menteri Dalam Negeri sebagai Ketua dan Menteri Pertanian sebagai Ketua Harian Kostranas. Gubernur sebagai Ketua dan Kepala Dinas yang menangani Pertanian sebagai Ketua Harian Kostrawil di Provinsi. Bupati/Walikota sebagai Ketua dan Kepala Dinas yang menangani Pertanian sebagai Ketua Harian Kostrada di Kabupaten/Kota. Camat sebagai Ketua dan Koordinator BPP Kecamatan sebagai Ketua Harian Kostratani di Kecamatan.

Selanjutnya peneliti senior BPTP ini menjelaskan peran BPTP sebagai Sekretariat Kostrawil mengkoordinir Kostrada Kab/Kota dan Mendampingi BPP Kostratani di Provinsi Sumatera Barat. Zul Irfan juga memuji BPP Kecamatan Lubuk Sikarah yang telah aktif melaporkan perkembangan BPP ke Pusat melalui Aplikasi Pelaporan BPP secara mingguan.

Pada kesempatan ini, Kepala Balitbu-Tropika sebagai Supervisor tiga Kab/Kota yaitu Kota Solok, Kabupaten Solok dan Kota Pariaman menyampaikan hasil pendampingan selama Tahun 2020. Pandemi Covid-19 mennyebabkan pemotongan anggaran menjadkan pendampingan terfokus pada peningkatan SDM dan pendampingan penerapan teknologi.

 

Kepala Dinas Pertanian menekankan fokus pengembangan komoditas utama pertanian yang telah ada untuk dioptimalkan. Seperti diketahui, Kota Solok telah terkenal dengan Beras Solok. Untuk itu pengembangan Beras Solok harus dilakukan, apalagi dengan telah keluarnya Sertifikat Indikasi Geografis (IG). Kota Solok juga mempunyai komoditas unggulan lainnya seperti serai wangi, kopi dan krisan. Pengembangan komoditas ini juga mutlak harus dilakukan.

Pada kegiatan ini juga dilakukan diskusi pengembangan pertanian, seperti komoditas baru yang hangat pada masyarakat yaitu porang.

Pengembangan Komoditas Utama dan Unggulan tersebut tidak terlepas dari BPP sebagai pusat penyuluhan di kecamatan dengan Camat sebagai Ketua Kostratani dan Koordinator BPP Kecamatan sebagai Ketua Hariannya (fa).

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *