Monitoring Pengendalian Pemotongan Ternak Betina Produktif, Tim Kementerian Pertanian dan Mabes Polri Kunjungi RPH Kota Solok

Monitoring Pengendalian Pemotongan Ternak Betina Produktif, Tim Kementerian Pertanian dan Mabes Polri Kunjungi RPH Kota Solok

Solok (dispertasolok). “Setiap orang dilarang menyembelih ternak ruminansia kecil betina produktif atau ternak ruminansia besar produktif”. Demikian bunyi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 pasal 41.

Pelarangan pemotongan betina produktif ini bertujuan untuk mewujudkan swasembada daging, khususnya daging sapi. Sapi betina produktif sangat diperlukan keberadaannya untuk meningkatkan populasi ternak. Jika betina produktif tidak dilindungi maka calon induk ternak yang diharapkan akan melahirkan anak akan berkurang dan menghambat pencapaian swasembada daging.

Untuk memberi pemahaman kepada petugas dan toke ternak serta memonitoring pelaksanaan dan pengawasan pengendalian pemotongan ternak betina produktif tersebut, Tim yang terdiri dari Kementerian Pertanian yang dipimpin oleh Agus Jaelani, Baharkam Mabes Polri yang dipimpin oleh Kombes. Zuhdi A., Dinas Peternakan dan Keswan Propinsi Sumatera Barat, M. Kamil dan Polda Sumbar, AKBP. Andri Syahril pada tanggal 8 Agustus 2019 mengunjungi Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Solok.

Tim disambut oleh Kepala Dinas Pertanian Kota Solok, Ikhvan Marosa, Kepala Seksi Keswan dan Kesmavet, Amora, Kepala UPTD RPH, Zulhadiman beserta jajaran. Turut hadir untuk menyambut tim tersebut Kasat Bimas Polres Kota Solok, IPTU Laydi.

Rombongan tersebut tiba di RPH pukul 02.00 dini hari dan langsung memonitoring pelaksanaan pemotongan ternak yang ada. Dalam pelaksanaan monitoring, tim dari pusat tidak menemukan ternak betina produktif yang dipotong. Tim berharap pencapaian RPH Kota Solok yang telah berhasil mengendalikan pemotongan ternak betina produktif dapat dipertahankan.

Zulhadiman menyampaikan bahwa pelarangan pemotongan betina produktif sudah menjadi komitmen RPH Kota Solok. “Jangan untuk dipotong, ternak betina produktif dilarang masuk ke komplek RPH Kota Solok” tandas Kepala UPTD RPH Kota Solok asal Sijunjung ini berapi-api.

Selepas pelaksanaan monitoring, rombongan melaksanakan sholat subuh berjamaah di Masjid Nurul Hidayah Banda Pandung dan dilanjutkan menuju Rumah Dinas Wakil Walikota.

Rombongan dijamu sarapan pagi oleh Wakil Walikota Solok, Reinier. Sedari menikmati kopi, Reinier menyampaikan komitmen untuk mensukseskan program ini dan mewujudkan RPH Kota Solok menjadi RPH yang maju dan modern sesuai standar yang ada.

Pada saat ini RPH Kota Solok telah banyak melakukan terobosan, diantaranya telah memiliki sertifikat halal dari MUI dan telah mendapat sertifikat NKV yang diserahkan oleh Gubernur Sumatera Barat tanggal 28 Juni lalu. Dengan demikian, harapan masyarakat Kota Solok untuk memiliki tempat pemotongan yang menghasilkan daging yang ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal) telah terwujud (fa).

Leave a Reply

Close Menu