Kuatkan Kelembagaan dan Sinergi, KTNA Kota Solok Laksanakan Rembug dan Mimbar Sarasehan

Solok (dispertasolokkota) – Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Solok menggelar Rembug Madya serta Mimbar Sarasehan pada tanggal 31 Maret 2022. Acara ini digelar selama satu hari saja di Aula Dinas Pertanian Kota Solok. Rembug Madya serta Mimbar Sarasehan dihadiri oleh para pelaku utama dan pelaku usaha pertanian di Kota Solok yang tergabung ke dalam anggota KTNA Kota Solok. Pemerintah daerah pun turut andil dalam acara mimbar sarasehan ini. Beberapa OPD yang menghadiri acara ini terdiri dari Dinas PU, Dinas Pangan, Dinas Pertanian serta Bappeda Kota Solok.

Rembug Madya dan Mimbar Sarasehan dibuka oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kota Solok yang mewakili Walikota Solok, Jefrizal. Beliau menyampaikan ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam rembug madya yakni Rembug Madya KTNA bertujuan untuk menginventarisasi seluruh permasalahan yang saat ini dihadapi oleh petani dan nantinya akan dibawa ke mimbar sarasehan untuk dicarikan solusinya secara bersama dengan Pemerintah Daerah, membangun koordinasi yang baik antara KTNA dengan Pemerintah Daerah, KTNA Kota Solok harus bisa mengevaluasi kinerjanya tiap tahun, meningkatkan peran dan penguatan kelembagaan KTNA sehingga KTNA Kota Solok tidak hanya sekedar nama saja.

Kepala Dinas Pertanian Kota Solok periode tahun 2014-2018 ini menyampaikan bahwa kehilangan hasil padi (looses) di petani saat ini masih tinggi. Asisten II Setda Kota Solok ini mengajak petani untuk dapat memanfaatkan mekanisasi pertanian guna mengurangi looses padi  sehingga nantinya terwujud petani yang sejahtera.

Walaupun Rembug Madya dan Mimbar Sarasehan dilaksanakan hanya selama satu hari, tapi hal ini tidak mematahkan semangat petani untuk berdiskusi dan bermusyawarah agar dapat memajukan sektor pertanian di Kota Solok. Ada beberapa permasalahan yang disampaikan dan menjadi catatan tersendiri bagi pemerintah seperti permasalahan dengan market atau pemasaran hasil dari produk pertanian.

Selain itu kekeringan di lahan-lahan pertanian  juga menjadi salah satu permasalahan yang diangkat pada Rembug Madya dan Mimbar Sarasehan. Musim panas yang panjang dan tidak adanya hujan membuat hampir seluruh area persawahan mengalami kekeringan sehingga berpotensi gagal panen nantinya. Beberapa saluran irigasipun mengalami kebocoron dan rusak sehingga menambah parah kondisi kekeringan ini. Maka dari itu, petani sangat membutuhkan sekali rehab-rehab irigasi di saluran irigasi sekunder maupun tersier agar tanaman padi yang sudah ditanam dapat tumbuh dengan baik yang nantinya (ly).

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *