Kepala Balitbu-Tropika dan Kepala Dinas Pertanian Lakukan Tanam Perdana Tumpangsari Padi dan Pisang

Solok (infopubliksolok). “Kota Beras Serambi Madinah” sangatlah cocok untuk disematkan kepada Kota Solok. Walau Kota Solok hanya memiliki luasan sawah 874,6 Ha dengan mayoritas petaninya yang merupakan petani padi sawah, namun Beras Solok sudah sangat terkenal di dalam Sumatera Barat maupun di luar Provinsi Sumatera Barat. Sedangkan tanaman pisang belum sepenuhnya dilirik oleh petani Kota Solok, bahkan petani hanya menanam beberapa batang di pekarangan rumahnya.

Sesungguhnya bertani pisang sangat menjanjikan bagi petani yang memang menekuninya dengan serius, karena menanam pisang satu kali bisa panen seterusnya, sebab pisang tidak akan mati sebelum dia berbuah dan juga kebutuhan akan buah pisang di masyarakat sangat tinggi.

Untuk memberi percontohan tumpang sari padi dan pisang maka pada tanggal 14 September 2020, Kepala Balitbu Tropika, Ellina Mansyah bersama dengan Kepala Dinas Pertanian Kota Solok, Ikhvan Marosa, Kepala Bidang Penyuluhan, Zeldi Efiza serta Penyuluh Pertanian se-Kecamatan Lubuk Sikarah melakukan tanam perdana Pisang Kepok Tanjung di lahan sawah BPP Kecamatan Lubuk Sikarah.

Pola tanam tumpangsari antara pisang dengan padi yang diterapkan di BPP Kecamatan Lubuk Sikarah diharapkan dapat menjadi contoh dan dapat diterapkan oleh petani Kota Solok guna membantu perekonomian petani sehingga petani tidak bergantung pada sektor padi sawah saja.

Selain Pisang Kepok Tanjung, ditanam pula Pisang Barangan dan Pepaya Merah Delima di lahan percontohan BPP Kecamatan Lubuk Sikarah. Bibit tanaman ini merupakan bantuan langsung dari Balitbu-Tropika. Bibit yang diterima yaitu berupa bibit dan biji tanaman Pepaya Merah Delima, 60 batang bibit tanaman Pisang Kepok Tanjung dan 15 batang bibit tanaman Pisang Barangan. Tanam perdana ini merupakan salah satu kegiatan yang mendukung kegiatan Kostratani dan BPP Kecamatan Lubuk Sikarah merupakan BPP Model Kostratani binaan Balitbu-Tropika.

Tim Supervisi Kostratani Balitbu Tropika, Mizu Istianto menyampaikan bahwa dengan ditanamnya Pisang Kepok Tanjung dan Pisang Barangan pada tepi sawah dan pepaya pada lahan percontohan BPP Kecamatan Lubuk Sikarah diharapkan BPP Kecamatan Lubuk Sikarah kembali dapat menjalankan fungsi BPP sebagai pusat pembelajan, karena sesungguhnya Kostratani dibuat untuk mengoptimalkan tugas, fungsi dan peran Balai Penyuluh Pertanian (BPP) dalam menggerakan pembangunan pertanian di tingkat kecamatan (ly).

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *