Kembangkan Usaha Peternakan, Dinas Pertanian Selenggarakan Bimtek

Kembangkan Usaha Peternakan, Dinas Pertanian Selenggarakan Bimtek

Solok (disperta). Sejalan dengan visi dan misi kepala daerah yang pada intinya bermimpi menjadikan masyarakatnya sejahtera, Dinas Pertanian berusaha mengembangkan sub sektor peternakan. Salah satu pilar pengembangan peternakan adalah Sumber Daya Manusia (SDM) Peternak.

Untuk itu pada tanggal 24 Juli 2019 diadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Usaha Peternakan di Aula Dinas Pertanian Kota Solok dengan Nara Sumber dari Balai Penelitian Ternak Unggul (BPTU) Kementerian Pertanian di Padang Mengatas yaitu Dr. Hary Suhada, S.Pt., M.Sc. dan drh. Fatri Alhadi.

Bimtek diikuti oleh 25 orang peserta yang berasal dari Kelompok Tani Maju Bersama, Kelompok Tani Muaro Saiyo, Kelompok Galanggang Farm dan Kelompok Kambing Serumpun. Acara dibuka oleh Kepala Seksi Peternakan, Taufiq Rusli, S.Pt., MM.

Taufiq dalam sambutan pembukaan menyatakan terbukanya pengembangan usaha peternakan di Kota Solok. Asal serius dan ulet berusaha, peternak akan mendapatkan hasil yang memuaskan. “Dinas Pertanian akan selalu mendampingi peternak” kata Kepala Seksi yang selalu menjadi idola di even provinsi ini.

Suhada dalam paparan materinya membahas Manajemen Pemeliharaan Ternak meliputi manajemen pakan, manajemen perkandangan, manajemen reproduksi, manajemen pengendalian penyakit, manajemen limbah, dan manajemen pemasaran.

“Kandang ternak yang baik harus mempunyai persyaratan kesehatan ternak, mempunyai ventilasi yang baik, efensiensi dalam pengelolaan, melindungi ternak dari pengaruh iklim, keamanan ternak dan terhindar dari kelembaban” terang Suhada.

Sementara itu Alhadi menjelaskan penyakit yang sering menjangkit ternak beserta cara pencegahan dan antisipasi bila menyerang. Untuk ternak ruminansia seperti sapi dan kambing, penyakit yang sering timbul seperti Infectious Bovine Rhinotracheitis (IBR), Brucellosis, Bovine viral diarrhea (BVD), Salmonellosis dan Septicaemia Epizootica (SE).

“Sedangkan untuk gangguan reproduksi yang sering dijumpai adalah Anestrus, Ovulasi yang Tertunda, Subestrus dan Birahi Tenang serta Retensio Sekundinae akibat defisiensi pakan dan involusi uteri” Lanjut Alhadi.

Alhadi menambahkan beberapa penyebab penyakit parasit yang perlu diwaspadai adalah cacing Fasciola sp. (cacing hati), Babesia sp, Anaplasma sp dan Theileria sp.

Peserta mengikuti bimtek sampai selesai dengan antusias dan serius serta aktif dalam berdiskusi. Mereka berjanji akan bersemangat dalam memelihara ternak agar usahanya berhasil (fa).

Leave a Reply

Close Menu