Inovator: Fathoni Abdillah, S.Pt., M.Eng.

Tahun 2018

Latar Belakang

Penerapan Teknologi Pertanian merupakan cara untuk mengefesienkan usaha pertanian. Di saat harga hasil pertanian yang merupakan sembilan bahan pokok (sembako) tidak boleh terlalu tinggi, maka cara yang dilakukan adalah mengurangi biaya produksi dan mengurangi waktu kerja. Teknologi adalah jalan keluar untuk mengurangi biaya produksi dan mengurangi waktu kerja tersebut.

Penerapan Teknologi Pertanian tidak mudah dilakukan. Selain kendala bervariasinya kontur dan tipe lahan, faktor sosio-kultural turut menjadi sumber masalah kurang berhasilnya penerapan teknologi. Faktor sosio-kultural yang dominan adalah status petani penggarap, petani yang umumnya perempuan dan usia petani sekarang yang rata-rata di atas 50 tahun. Faktor usia membuat petani kita kurang bisa menerima teknologi baru dengan alasan budidaya konvensional lebih mudah dilakukan. Untuk itu perlu regenerasi petani agar terjadi pergantian petani menjadi lebih mudah menerima perubahan ke arah yang lebih baik.

Kota Solok yang merupakan kota yang kental dengan ciri agraris juga bermasalah dengan regenerasi petani. Umumnya generasi muda lebih memilih pekerjaan non pertanian dikarenakan petani tua kita identik dengan hidup miskin dan terbelakang. Padahal usaha pertanian jika dikelola dengan modern akan menghasilkan banyak uang yang tidak kalah dengan sektor lain.

Generasi Muda Pertanian sebagai aset insani perlu mendapat prioritas dalam penyusunan perencanaan program pembangunan pertanian supaya menjadi generasi penerus, penggerak dan pelopor yang inovatif, kreatif, profesional, mandiri, mampu bersaing, dan berwawasan global. Untuk mewujudkan upaya pengembangan Generasi Muda Pertanian tersebut, diperlukan instrumen yang terstruktur, sistematis, dan berkelanjutan yang berbentuk Panduan Pintar dan Garap Teknologi Tani.

Maksud, Tujuan dan Sasaran 

Maksud

Memberikan acuan kepada Dinas Pertanian Kota Solok untuk upaya meningkatkan penerapan teknologi pertanian oleh petani dengan cara pengembangan Generasi Muda Pertanian. Tujuan

Tujuan

Meningkatkan penerapan teknologi dengan upaya yang kreatif dan inovatif agar menarik generasi muda.

Meningkatkan kedudukan dan peran generasi muda dalam pembangunan pertanian;

Mengintegrasikan dan mensinergikan Program Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian dan Pengembangan Generasi Muda Pertanian ke dalam Program Pembangunan Pertanian;

Mewujudkan Generasi Muda Pertanian mengenal dunia pertanian, mencintai dan berminat berusaha di bidang pertanian; dan

Mewujudkan Generasi Muda Pertanian menjadi Petani Muda Wirausaha yang kreatif, inovatif, berdaya saing, berwawasan global dan profesional.

Sasaran

Terwujudnya persamaan persepsi dan gerak langkah serta dukungan antara Program Peningkatan Penerapan Teknologi dengan Program pengembangan Generasi Muda Pertanian;  

Terwujudnya Petani Muda Wirausaha yang profesional.

Strategi dan Pola Aksi

Strategi pelaksanaannya dipadu antara yang telah ada pada Pedoman Pengembangan Generasi Muda Pertanian dengan Prinsip Pembelajaran yang Kreatif dan Inovarif, yaitu:

  • Mengenalkan dunia pertanian untuk menghasilkan Generasi Muda Pertanian yang cinta pertanian dan berminat untuk berusaha di bidang pertanian;
  • Mengembangkan kompetensi untuk mengoptimalkan potensi Generasi Muda Pertanian dalam pembangunan pertanian;
  • Meningkatkan akselerasi Generasi Muda Pertanian untuk mengoptimalkan potensi sumberdaya yang dimiliki sebagai pelaku utama pembangunan pertanian;
  • Memberdayakan Generasi Muda Pertanian menjadi Petani Muda Wirausaha melalui optimalisasi usaha agribisnis yang dikelola secara mandiri; dan Mengintegrasikan dan mensinergikan program pengembangan Generasi Muda Pertanian dalam pembangunan pertanian

Pola aksi preman mengacu pada prinsip yang sesuai Permentan Nomor Nomor 07/Permentan/OT.140/1/2013 tentang Pedoman Pengembangan Generasi Muda Pertanian yaitu:

  • Keswadayaan

Pengembangan Generasi Muda Pertanian diarahkan untuk mendorong tumbuhnya inisiatif, inovatif, kreativitas dan kerjasama dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi baik teknis, sosial maupun ekonomi.

  • Pendekatan Kelompok

Pengembangan Generasi Muda Pertanian diarahkan untuk mewujudkan kemampuan bekerjasama dan berorganisasi sebagai wadah belajar, berusaha agribisnis, serta mengembangkan manajemen dan kepemimpinan.

  • Belajar melalui Bekerja

Pengembangan Generasi Muda Pertanian dilakukan dengan cara belajar melalui bekerja, mengalami dan menemukan sendiri inovasi teknologi dan atau solusi permasalahan usahatani yang dihadapi dalam situasi nyata di lapangan.

  • Keterpaduan

Pengembangan Generasi Muda Pertanian dilakukan dengan cara mengintegrasikan seluruh program pembangunan yang ada dengan mengikutsertakan semua pemangku kepentingan dalam proses perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi.

  • Sesuai dengan Potensi dan Kebutuhan

Pengembangan Generasi Muda Pertanian didasarkan pada potensi dan kebutuhan dalam pengembangan diri dan usahanya.

  • Berorientasi pada Keuntungan

Program dan kegiatan Generasi Muda Pertanian hendaknya berorientasi pada peningkatan pendapatan, nilai tambah, daya saing dan kesejahteraan.

  • Partisipatif

Proses perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi program Generasi Muda Pertanian dilaksanakan dengan mengikutsertakan Generasi Muda Pertanian sebagai pelaku utama dan pelaku usaha serta penerima manfaat program pembangunan pertanian.

  • Berkesinambungan

Pengembangan Generasi Muda Pertanian dirancang dan dilaksanakan dengan memperhatikan aspek kelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup secara berkesinambungan.

  • Berwawasan Sistem

Pengembangan Generasi Muda Pertanian dibangun berdasarkan falsafah dan cara berpikir sistemik untuk membangun pola pikir positif, kreatif, inovatif, berwawasan global dan saling menguatkan, untuk menciptakan kemandirian (independency) dan saling ketergantungan satu sama lain (interdependency).

  • Mengutamakan Pelayanan Prima (Excellence Service)

Pengembangan Generasi Muda Pertanian dilaksanakan dengan upaya membangun kesadaran bahwa sikap mental memberikan pelayanan prima merupakan sesuatu yang strategis dan mutlak diterapkan dalam dunia usaha.

Pengertian 

Dalam Panduan Gerakan Pintar dan Garap Teknologi Tani (Gitar Rotan) ini yang dimaksud dengan:

  • Generasi Muda Pertanian adalah Generasi Muda Pertanian yang berusia maksimal 35 tahun, mencintai pertanian, berminat, turut serta dan/atau terlibat dalam kegiatan pertanian.
  • Pengembangan Generasi Muda Pertanian adalah upaya penumbuhan dan peningkatan minat, keterampilan dan jiwa kewirausahaan generasi muda di bidang pertanian.
  • Pengembangan Petani Muda Wirausaha adalah upaya peningkatan kompetensi petani muda dalam mengakses teknologi, modal, pasar dan manajemen sehingga menjadi Petani Muda Wirausaha mandiri yang inovatif, kreatif, mampu bersaing, berwawasan global dan profesional.
  • Gitar Rotan adalah gerakan yang bertujuan untuk meningkatkan penerapan teknologi pertanian dengan cara menaikkan partisipasi generasi muda pada sektor pertanian. Gitar Rotan merupakan kependekan dari Gerakan Pintar dan Garap Teknologi Tani.
  • Pintar adalah salah satu kegiatan pada Gitar Rotan yang bertujuan untuk memberi pemahaman, keterampilan dan pengetahuan pada peserta aksi.
  • Preman adalah salah satu aksi pada kegiatan pintar tani.
  • Garap adalah salah satu kegiatan pada Gitar Rotan.
  • Popok adalah kependekan dari Pojok Penerapan Teknologi yang merupakan salah satu aksi pada Garap Teknologi Tani.
  • Bintang adalah kependekan dari Bimbing Tani di Lapangan dan merupakan salah satu aksi pada Kegiatan Garap Teknologi Tani.
  • Magang adalah salah satu metodologi diklat yang menekankan pada proses belajar melalui bekerja secara langsung di lahan usahatani dengan menerapkan prinsip pembelajaran orang dewasa.
  • Jiwa kewirausahaan adalah kemampuan afektif (soft skill) dalam berhubungan dengan orang lain (interpersonal skill) dan kemampuan dalam mengatur dirinya sendiri (intrapersonal skill) untuk mengembangkan peluang bisnis, mengumpulkan dan mengoptimalkan sumberdaya yang dibutuhkan untuk memperoleh manfaat, keuntungan dan nilai tambah.
  • Keterampilan teknis pertanian adalah salah satu kemampuan kognitif dan psikomotorik (hard skill) yang berhubungan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pertanian.

Perencanaan Aksi

Tim teknis merencanakan semua tahapan Aksi meliputi:

  1. Waktu kegiatan
  2. Tempat kegiatan
  3. Syarat-syarat peserta Aksi
  4. Strategi dan Pola Aksi
  5. Jumlah peserta Aksi
  6. Fasilitas peserta Aksi
  7. Biaya Aksi
  8. Kegiatan identifikasi minat peserta Aksi
  • Identifikasi Calon Peserta

Calon peserta yang akan mengikuti aksi diidentifikasi oleh tim teknis dengan syarat utama sesuai dengan Permentan Nomor 07/Permentan/OT.140/1/2013 tentang Pedoman Pengembangan Generasi Muda Pertanian, yaitu:

  1. Calon peserta berusia antara 20- 35 tahun.
  2. Mempunyai keinginan dan semangat berusaha tani sendiri
  3. Diutamakan telah berusaha tani

Syarat tambahan sebagai berikut:

  1. Warga Kota Solok, dibuktikan dengan KTP.
  2. Mempunyai lahan.yang terletak di Kota Solok.

Bentuk Aksi

Untuk mendidik dan membentuk jiwa petani muda maka kegiatan yang dilakukan adalah:

  • Kupas dan Tuntas Pertanian (Pantun Pertanian)

Pelatihan untuk anak muda memerlukan beberapa sentuhan agar menarik dan materi mudah dicerna oleh peserta. Pantun Pertanian ini merupakan pelatihan yang dikombinasikan dengan permainan, selingan dan tata letak peserta yang inovatif dan menarik.

Pantun dilaksanakan dengan menggunakan nara sumber yang berasal dari instansi sumber teknologi atau praktisi teknologi. Pelaksanaan lebih kepada peningkatan keterampilan petani dalam menerapkan teknologi. Waktu pelaksanaan tidak terbatas waktu dan disesuaikan kemampuan petani untuk terampil menerapkan teknolohi

  • Coffe Morning Pertanian

Coffe morning dilaksanakan setiap pagi sekitar jam 08.00 sampai dengan jam 10.00 WIB. Pertemuan ini digunakan membicarakan permasalahan dalam usaha tani dengan menghadirkan pejabat dan petugas terkait.

  • Out Bond Pertanian

Jiwa muda yang menyukai tantangan yang menarik dengan dikombinasikan dunia pertanian. Outbond ini akan dilaksanakan pada area pertanian, baik sawah, perkebunan dan areal pertanian lainnya dengan dikombinasikan dengan pemecahan sandi pertanian. Aksi ini menggunakan instruktur sebagai pemandunya.

  • Game (Permainan) Pertanian

Game Pertanian diikuti oleh semua peserta Aksi Preman yang dilaksanakan bersama dengan Aksi Coffe Morning atau Out Bond Pertanian. Petani muda peserta diharapkan dapat menjawab pertanyaan seputar pengetahuan dan keterampilan pertanian dan bagi pemenang disediakan doorprize sesuai anggaran tersedia.

  • Penumbuhkembangan Jiwa Kewirausahaan melalui Aksi Magang dan Duplikasi Petani Maju (Makam).

Untuk menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan memerlukan contoh nyata bahwa jiwa kewirausahaan merupakan kunci keberhasilan usaha tani. Jiwa kewirausahaan tidak cukup diberikan dengan materi tatap muka saja, namun peserta perlu meresapi jiwa kewirausahaan dari orang yang telah sukses dalam usaha tani. Makam merupakan aksi dimana peserta belajar jiwa kewirausahaan dari orang sukses dengan kisaran waktu sekitar 3 minggu.

  • Peningkatan Aksesibilitas Sumber Teknologi melalui Aksi Jemput Teknologi Baru Tani (Jembatan).

Teknologi baru tidak serta merta datang ke suatu tempat. Adakalanya teknologi baru harus dijemput ke sumbernya dan dipelajari dengan spesifik lokasi Kota Solok. Aksi ini diharapkan dapat menjemput teknologi baru ke Kota Solok dari sumber teknologi atau daerah yang telah berhasil menerapkan teknologi.

  • Pendampingan Penerapan Teknologi melalui Aksi Serap Teknologi.

Aksi serap teknologi merupakan aksi penerapan teknologi baru di Kota Solok. Aksi serap teknologi ini mirip dengan demplot, demfarm atau dem area. Namun dimodifikasi sedemikian rupa sehingga dapat dipilih dari aksi serap ini teknologi yang paling cocok untuk diterapkan di Kota Solok.

  • Unjuk Gigi Teknologi Inovasi Pertanian melalui Kontes Inovasi Pertanian (Kontes Intan).

Ide generasi muda sangat banyak dan perlu ditantang untuk diaplikasikan. Kontes Intan merupakan kontes pengeluaran ide yang dituangkan dalam bentuk karya. Kontes ini dibagi dalam 3 tahap yaitu penyisihan, semifinal dan final. Penyisihan merupakan tahap administrasi yang dimana ide dituangkan ke dalam karya tulis. Sekitar 20 karya akan dimasuk ke dalam tahap semifinal. Pada tahap semifinal, karya tulis ilmiah harus dituangkan dalam karya teknologi tepat guna dan diujicobakan di depan juri atau tim penilai. Lima karya teknologi akan masuk ke dalam tahap final dan dipraktekkan di depan audien dan dinilai oleh audien.

Wakil Walikota Solok memberikan sambutan pada Acara Kontes Intan 2019

Kepala Dinas Pertanian bersama para juara Kontes Intan 2019

Jadwal Aksi

Jadwal Aksi Preman dimulai dengan Identifikasi Calon Peserta dengan pendataan dan pemetaan yang dimulai pada awal November 2018 dan berakhir pada Akhir Februari 2020. Pada periode November 2018 sampai Akhir 2020 juga diidentifikasi kebutuhan yang diperlukan dalam melakukan aksi melalui perencanaan anggaran untuk Tahun Anggaran 2020.

Jika telah diperoleh calon peserta dan tersedia sarana dan prasarana penunjang kegiatan, maka dimulailah kegiatan-kegiatan Aksi Preman. Aksi Preman akan dimulai pada Maret 2020 dan dilakukan secara berkesinambungan. Kegiatan aksi akan dimonitoring setiap saat dan dilakukan evaluasi setiap 6 bulan sekali.

Jumlah peserta aksi ditetapkan 25 orang. Setiap akhir dari tahapan aksi preman akan dilakukan evaluasi minat dan semangat usaha tani. Pada akhir tahun anggaran akan dievaluasi seluruh peserta untuk ditetapkan menjadi peserta Aksi Bintang. Tidak semua peserta Aksi Preman akan berlanjut ke Aksi Bintang dengan pertimbangan keinginan dan semangat awal untuk usaha tani.

Biaya Aksi

Biaya Aksi Preman akan dimasukkan pada APBD Kota Solok mulai Tahun 2019 berupa biaya pendataan dan pemetaan calon peserta. Untuk kegiatan aksi akan dilanjutkan mulai Tahun 2020. Kegiatan Aksi Preman secara berkelanjutan dilaksanakan dengan anggaran APBD Kota Solok mulai Tahun Anggaran 2020.

Close Menu