Demontrasi Pemakaian Thresher Lipat di BPP Kecamatan Lubuk Sikarah

Solok (dispertasolok), Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu-Tropika) melakukan demo pemakaian thresher lipat pada tanggal 13 Oktober 2020 di BPP Kecamatan Lubuk Sikarah Kota Solok. Kegiatan ini merupakan salah satu pendukung kegiatan Kostratani yang ada di BPP Kecamatan Lubuk Sikarah. Demo thresher lipat  ini dilakukan pada lahan sawah kelompoktani Tunas Muda yang diketuai oleh Jasril Todeh.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Balitbu-Tropika Ellina Mansyah selaku supervisi Kostratani, BPTP Sumatera Barat, Sekretaris Dinas Pertanian Kota Solok, Refendi, Kepala Bidang Penyuluhan, Zeldi Efiza, Penyuluh pertanian (PP) Kecamatan Lubuk Sikarah dan PP X Koto Singkarak serta anggota kelompoktani di sekitar BPP Kecamatan Lubuk Sikarah

Sekretaris Dinas Pertanian Kota Solok, Refendi menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk memperkenalkan mesin thresher lipat kepada petani yang ada disekitar BPP Kecamatan Lubuk Sikarah Kota Solok, yang nantinya diharapkan petani tersebut dapat menggunakan dan memanfaatkan alat ini untuk panen padi di lahan sawah mereka sendiri,  dan juga demi mendukung kegiatan kostratani pada BPP Kecamatan Lubuk Sikarah. Karena adanya kostratani, semua kegiatan pembangunan pertanian yang ada di Kecamatan Lubuk Sikarah seperti tanam  dan panen padi dapat langsung dipantau oleh Kementrian Pertanian melalui laporan yang rutin dikirimkan oleh Penyuluh Pertanian setiap harinya.

Mesin perontok padi yang yang telah ada seperti power thresher belum dilirik oleh petani Kecamatan Lubuk Sikarah pada khususnya dan petani Kota Solok pada umumnya. Walaupun Power thresher memilki kapasitas perontokan yang tinggi, tetapi mahalnya harga dari power thresher serta penggunaan bahan bakar yang cukup tinggi sehingga tidak dapat dijangkau oleh petani. Disamping itu, mesin power thresher ini yang berat dan mobilitas yang dimilkinya rendah membuat mesin ini sulit untuk dipindah pindahkan. Maka dari itu, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Barat melakukan modifikasi dari Power Threser sehingga menjadi Threser lipat. Mesin ini yang terdiri dari tiga komponen serta beratnya yang hanya 35 kg membuatnya lebih efisien daripada power thresher. Disamping itu, pemakaian bahan bakarpun tidak sebanyak power thresher yaitu hanya 5 liter dalam satu hari.

Tujuan utama dari penggunaan threser lipat ini yaitu untuk mengurangi looses pada panen, karena bulir padi hampir seluruhnya rontok dan tidak ada yang tertinggal pada jerami. Jerami pun masih utuh  dan tidak pecah sehingga sangat cocok dijadikan sebagai pakan ternak sapi. Penggunaan thresher lipat memang lebih difokuskan pada peningkatan produksi padi karena pengurangan looses padi dibandingkan dengan kecepatan dalam memanan. Mesin ini hanya mampu memanan padi sebanyak 600-700 kg/hari/orang.


Mizu Istianto selaku supervisi kegiatan Kostratani dari Balitbu Tropika mengatakan bahwa pada saat ini fokus dari demo threser lipat bukan memoderenisasikan petani tetapi bagaimana petani tersebut dapat menggunakan teknologi secara tepat guna sesuai dengan spesifik lokasinya. Threser lipat sangat dicocok digunakan pada lahan sawah yang bertingkat dan lahan lahan sawah yang tidak dapat dijangkau dengan Mesin Panen Combine Harvester.

Kepala Balitbu-Tropika, Ellina Mansyah juga mengatakan bahwa penggunan threser lipat tidak akan mengganggu kerja dari tukang panen “tukang lambuik”, tetapi tukang panen dapat dimanfaatkan sebagai operator dari mesin threser lipat ini.

Untuk saat ini mesin threser lipat berada di BPP Lubuk Sikarah. mesin ini dapat dipinjam dan dimanfaatkan oleh petani sehingga petani di Kecamatan Lubuk Sikarah dapat merasakan sendiri manfaat dan keuntungan dari threser lipat ini (ly).

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *