Cegah Penyebaran Penyakit Rabies, Dinas Pertanian Laksanakan Vaksinasi Rabies

Solok (dispertasolokkota) РSejak tanggal 14 Maret 2022, Petugas dari Dinas Pertanian Kota Solok gencar melaksanakan Kegiatan Vaksinasi Rabies terhadap hewan peliharaan masyarakat. Untuk tahap awal kegiatan ini difokuskan di Kecamatan Lubuk Sikarah dan direncanakan selesai tanggal 15 April 2022. Sampai akhir Maret Hewan Penular Rabies yang telah divaksinasi mencapai 1.120 ekor untuk dua kelurahan yaitu  Kelurahan Tanah Garam dan VI Suku. Selanjutnya untuk Bulan April dilanjutkan di Kelurahan IX Korong, KTK, Aro dan Simpang Rumbio. Sementara ini untuk Kecamatan Tanjung Harapan akan dilanjutkan setelah lebaran (Bulan Mei- Juni). Kegiatan vaksinasi rabies di Kota Solok dilakukan secara door to door (dari rumah ke rumah) gratis tidak dipungut biaya.

Menurut Amora, Kepala Bidang Peternakan Keswan Kesmavet dan Perikanan pada Dinas Pertanian Kota Solok menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh Dinas Pertanian Kota Solok. Kegiatan ini merupakan upaya pemerintah Kota Solok menuju Kota Solok Bebas Rabies dengan zero (nol) kasus rabies.

‚ÄúRabies adalah penyakit zoonosis yang sangat mematikan, sehingga menimbulkan rasa takut dan keresahan di masyarakat. Proses penularannya yaitu melalui luka gigitan dari hewan pembawa virus rabies (HPR) anjing kucing dan kera, tetapi tidak tertutup kemungkinan dari hewan lain yang tertular atau terkena rabies‚ÄĚ tegas Amora yang juga berprofesi sebagai dokter hewan.

Dari data Tahun 2021 jumlah HPR di Kota Solok sebanyak 9.583 ekor yang terdiri dari anjing sebanyak 3.896 ekor dan kucing sebanyak 5.687 ekor. Ramadanus yang merupakan Koordinator Sub Kegiatan Kesehatan Masyarakat Veteriner menambahkan bahwa  Kasus gigitan hewan penular rabies di Kota Solok hampir ada setiap tahunnya, hal ini disebabkan karena kebiasaan masyarakat Kota Solok yang gemar memelihara anjing untuk menjaga rumah dan berburu babi. Di sisi lain, saat ini masyarakat semakin marak memelihara berbagai jenis kucing.

‚ÄúHewan peliharaan tersebut setiap hari berinteraksi dengan pemiliknya, sehingga peluang tergigit dapat terjadi setiap saat. Lebih lanjut dijelaskannnya bahwa pada tahun 2021 masyarakat Kota Solok yang digigit ¬†Hewan Penular Rabies sebanyak 146 orang ¬†dengan ¬†hewan tersangka sebanyak 140 ekor yang terdiri dari anjing 48 ekor, kucing 86 ekor, ¬†kera 4 hewan lain-lain sebanyak 2 ekor. Perlu juga diketahui bahwa Provinsi Sumatera Barat adalah ¬†satu dari sepuluh provinsi dengan angka kasus rabies tinggi dengan jumlah kasus gigitan hewan penular rabies mencapai 4.000 kasus per tahun‚ÄĚ terang pria yang akrab dipanggil Uje ini.

Dari pengalaman petugas di lapangan masih ada masyarakat yang enggan dan menolak hewannya divaksinasi. Memang pemberian vaksinasi dapat  memberikan efek samping seperti demam ringan pada hewan, namun pemberian vaksinasi rabies rutin sekali setahun akan mencegah penularan virus rabies baik antara hewan maupun hewan ke manusia. Setelah vaksinasi rabies sebaiknya hewan diistirahatkan dari aktifitas yang tinggi minimal 3 hari, hal ini berkenaan dengan imunitas HPR yang bersangkutan.

` Lebih lanjut Amora mengingatkan kepada masyarakat yang memiliki hewan peliharaan untuk selalu mengikat dan tidak dibiarkan berkeliaran bebas tanpa diikat. Sebenarnya Pemerintah Kota Solok sudah mengatur tentang tata cara pemeliharaan hewan peliharaan dalam penanggulangan dan pemberantasan rabies yaitu Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2003 tentang Pencegahan Pemberantasan dan Penanggulangan Penyakit Rabies.

‚ÄúPemilik Hewan peliharaan diharapkan dapat bekerja¬†sama dengan petugas yang datang sehingga kegiatan ini berjalan dengan lancar dan mencapai sasaran yang di inginkan‚ÄĚ tutur Amora berharap (rmd).

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *