Dinas Pertanian Menyelenggarakan Pelatihan Budidaya Palawija

Pembangunan Pertanian telah terbukti mempunyai peran srtategis dalam perekonomian nasional. Peran strategis ini melalui peran pertanian sebagai penyedia bahan pangan dan bahan baku industri, penyerap tenaga kerja, sumber devisa negara dan sumber pendapatan masyarakat, serta pelestari lingkungan melalui praktek usaha tani ramah lingkungan. Pembangunan pertanian di antaranya melibatkan subsektor tanaman pangan, hortikultura termasuk palawija.

Palawija dan sayuran merupakan tanaman pendukung kebutuhan manusia secara harfiah berarti hasil kedua atau tanaman pendamping hasil utama (padi).

Beberapa tanaman yang termasuk palawija adalah jagung, sorghum, kacang tanah, kacang kedelai, singkong, kentang, mentimun, kacang panjang dan ubi. Selain beberapa tanaman tersebut, tanaman yang menempel seperti labu, blewah, melon, semangka dan sejenisnya juga dapat disebut tanaman palawija, meskipun sekarang beberapa tanaman tersebut digolongkan pada tanaman hortikultura.

Dinas Pertanian Kota Solok berupaya untuk menggalakkan pengembangan tanaman palawija sesuai kondisi iklim Kota Solok. Pada tanggal 15 Maret 2018 diselenggarakanlah Pelatihan Budidaya Palawija pada komoditas kedelai, kacang tanah dan kacang hijau. Nara sumber adalah Peneliti Utama, Ir. Atman Roja, M.Kom. dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Barat Kementerian Pertanian.

Acara dibuka oleh Kepala Bidang Penyuluhan Ir. Zeldi Efiza mewakili Kepala Dinas Pertanian. Dalam sambutannya disampaikan agar peserta mengikuti pelatihan dengan baik sampai selesai dan mengaplikasikan di lapangan (fa).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *