Penerapan Pertanian Terpadu di Kota Solok

Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan pendapatan petani. Salah satu yang diupayakan adalah penerapan pertanian terpadu. Petani tidak bisa menggantungkan penghasilannya pada satu komoditas saja. Dengan mengusahakan banyak komoditi, petani memiliki alternatif penghasilan jika satu komoditas mengalami gagal usaha. Pertanian terpadu juga memungkinkan petani menambah penghasilan dari berbagai komoditas yang diusahakan.

Salah satu pertanian terpadu yang mungkin dilakukan adalah padi, ikan dan sapi. Petani dapat melakukan budidaya padi bersama dengan budidaya ikan dengan sistem minapadi. Sistem minapadi tidak membolehkan pemakaian pupuk an organik berlebihan dan pestisida. Untuk menambah kesuburan tanah petani dapat memperolehnya dari kotoran sapi. Jerami hasil panen padi dapat diolah menjadi pakan sapi. Dengan mengusahakan tiga komoditas tersebut, paling tidak ada beberapa penghasilan yang diperoleh, yaitu: padi, ikan, bio gas dan sapi. Sedangkan efesiensi yang mungkin dilakukan adalah pupuk an organik yang diganti dengan pupuk organik dari kotoran sapi.

Pertanian Terpadu itulah yang dijadikan tema oleh Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Solok dalam Pawai alegoris yang digelar Pemerintah Kota Solok pada tanggal 18 Agustus 2016. Pawai dikuti oleh seluruh SKPD, kelurahan, kecamatan dan masyarakat (3:2).

Post comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2015 DINAS PERTANIAN KOTA SOLOK