Dinas Pertanian Mengadakan Forum Perangkat Daerah

Dalam rangka menjaring aspirasi petani Kota Solok untuk perencanaan Tahun Anggaran 2019, Dinas Pertanian mengadakan Forum Perangkat Daerah pada tanggal 5 Maret 2018 bertempat di SMPN 05 Kota Solok. Forum Perangkat Daerah ini diikuti oleh seluruh kelompok tani, gapoktan, P3A, GP3A, Pokdakan, KTNA dan kelompok pertanian lainnya yang ada di Kota Solok.

Acara ini dibuka oleh Asisten II Kota Solok yang mewakili Walikota Solok. Dalam sambutannya Asisten II menyampaikan bahwa pembangunan pertanian sangat penting bagi Kota Solok. Pembangunan Pertanian Kota Solok tidak semata-mata meningkatkan produksi dengan perluasan panen dan peningkatan indeks pertanaman, juga diharapkan pembangunan pertanian harus bisa menambah nilai dari mutu dan pelayanan sektor tersier.

Tahun 2017, Dinas Pertanian mulai merintis Forum Masyarakat Peduli Informasi Geografis (MPIG) untuk mematenkan Beras Solok agar tidak disalahgunakan oleh pihak lain untuk mencari keuntungan sesaat tanpa memberi nilai tambah bagi petani Kota Solok. Beras Solok mudah ditemui di daerah lain di luar Solok, namun keterjaminan beras tersebut berasal dari Kota Solok tidak bisa dipertanggungjawabkan, sehingga masyarakat luas Solok menyangka beras tersebut memang dari Solok, namun rasa dan teksturnya tidak seperti beras Solok yang asli. Hal ini tentu dapat merusak citra Beras Solok yang bercita rasa tinggi. Demikian dikatakan Jefrizal, S.Pt., M.T.

Kota Solok juga harus memanfaatkan pertanian sebagai industri pariwisata dengan menggalakkan Agrowisata Sawah Solok dengan hamparan sawahnya dan Agrowisata Payo dengan pertanian pegunungan (bunga krisan dan kopi). Diharapkan kunjungan wisatawan ke lokasi agrowisata dapat meningkatkan nilai tambah bagi petani Kota Solok.

Forum Perangkat Daerah Dinas Pertanian dipandu oleh seluruh Kepala Bidang di Dinas Pertanian yaitu Ir. Yurmiati, MM selaku Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Ade Kurniati, S.Pt. selaku Kepala Bidang Peternakan, Keswan dan Perikanan, Ir. Zeldi Efiza selaku Kepala Bidang Penyuluhan dan Ir. Eka Yulmalida selaku Kepala Bidang Sarana, Prasarana dan Agribisnis. Turut hadir dalam Forum Perangkat Daerah ini Kepala OPD se Kota Solok, Bank Nagari, Bank Rakyat Indonesia dan mitra kerja Dinas Pertanian lainnya (fa).

Penyusunan RDK dan RDKK di Poktan Pasir Maju

Kelompok tani Pasir Maju adalah kelompok tani yang baru berdiri tahun 2017 dari pemekaran Kelompok tani Pasir Saiyo. Sebagai kelompok yang baru, mereka membutuhkan bimbingan yang lebih dalam menata administrasi kelompok.

Pada tanggal 1 Maret 2018, bertempat di rumah anggota kelompok tersebut, diadakan pertemuan bulanan setiap hari Kamis minggu pertama setiap bulan. Materi pertemuan bulanan kali ini adalah “Penyusunan RDK dan RDKK Kelompok Tani Pasir Maju” yang dihadiri oleh 32 anggota kelompok.

Hadir dalam pertemuan tersebut Jhoni Lukman, S.TP., M.T selaku Kepala Seksi Kelembagaan dan Penyuluhan, Sabrianova Dairoza, SP. selaku Kepala Seksi Data dan Informasi Pelayanan, Nazifah, SP. selaku Koordinator Penyuluh Kota, Siska Nofita, SP., M.Si. selaku Koordinator Penyuluh Kecamatan Tanjung Harapan, Desi Armiaty, S.ST selaku Penyuluh WKPP Laing dan Nan Balimo.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh Ketua Kelompok Tani, Jumanda Putra dibahas kebutuhan sarana produksi, khususnya pupuk bersubsidi untuk Tahun 2019 (fa).

Wakil Walikota Panen Raya di Poktan Pasir Maju

Pemerintah Kota Solok terus mengupayakan peningkatan produksi padi untuk mendukung Program Upaya Khusus Padi, Jagung dan Kedelai yang telah diluncurkan Pemerintah Pusat sejak Tahun 2015. Berbagai kegiatan telah dilaksanakan diantaranya Penerapan Teknologi Jajar Legowo, Mina Padi dan Salibu. Penerapan Teknologi ini sangat penting karena Kota Solok dirasa tidak memungkinkan lagi melakukan cetak sawah baru.

Sebagai ungkapan rasa terima kasih atas luncuran kegiatan tersebut, Kelompok tani Pasir Maju Kelurahan Laing melaksanakan Panen Raya pada Hari Rabu Tanggal 21 Februari 2018 di Hamparan Sawah kelompok tani tersebut. Hadir dalam Panen Raya tersebut Wakil Walikota Solok, Reinier, ST, MM Dt. Intan Batuah.

Dalam arahannya, Wakil Walikota menyampaikan bahwa Kelompok tani diharapkan terus melanjutkan kegiatan ini pada musim tanam selanjutnya dan terus menerapkan teknologi budidaya padi jajar legowo dan mina padi secara terus menerus sekalipun dilaksanakan secara swadaya. Jika kesulitan pembiayaan, kelompok tani bisa memanfaatkan Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) (fa).

Walikota Solok dan Ketua Forikan Kunjungi UPTD BBI Sarasah Batimpo

Walikota Solok Zul Elfian kunjungi UPTD BBI (Bibit Benih Ikan) Sarasah Batimpo Kelurahan Laing Kecamatan Tanjung Harapan, Selasa (4/4/17) yang didampingi Plt Kadis Pertanian, Plt Kadis Kominfo, Ketua Forikan Kota Solok Ny.Yet Zul Elfian juga Kepala SD 14 Laing serta puluhan murid SD 14 .

Kunjungan “mendadak” itu dalam rangka Sosialisasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) kepada anak-anak Sekolah (SDN 14 Laing) dan Pengenalan ikan pada anak sekolah sekaligus persiapan untuk lomba Forikan tingkat Provinsi Sumatera Barat yang akan dilaksanakan pertengahan April 2017 mendatang. Kunjungan ini juga diikuti Kabid Peternakan, Kesehatan Hewan dan Perikanan, Forikan Kecamatan, dan Kelurahan Laing.

Walikota Solok Zul Elfian menyampaikan, untuk meningkatkan gizi masyarakat di Kota Solok serta minat untuk mengkonsumsi ikan perlu terus dilakukan ajakan melalui berbagai kegiatan karena Ikan menjadi salah satu sumber protein utama dalam pola budaya dan konsumsi masyarakat. Peningkatan konsumsi ikan tidak dapat dilakukan secara parsial dan sporadis, akan tetapi memerlukan suatu langkah yang berkesinambungan. Memasyarakatkan makan ikan harus gencar dilaksanakan untuk memenuhi gizi, “kata Zul Elfian dihadapan puluhan murid SD 14.

Makanya, kata Walikota melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) sebagai gerakan nasional diharapkan dapat dilakukan secara terus menerus, terkonsep, terintegrasi dan melibatkan instansi terkait, swasta, LSM, asosiasi, lembaga profesional, lembaga kemasyarakatan, lembaga keagamaan dan pelaku usaha sehingga menjadi gerakan nasional  yang mampu  membangunkan kesadaran masyarakat  khususnya di Kota Solok untuk memilih ikan sebagai sumber protein utama dalam menu makanan keluarga. Agar masyarakat kita lebih meningkatkan konsumsi makan ikan, karena dilihat dari Tingkat Konsumsi makan ikan di Kota Solok masih di bawah Tingkat Konsumsi Nasional.

Ketua Forikan Ny.Yet Zul Elfian mengajak agar anak-anak sekolah gemar makan ikan dan memberikan menu kudapan untuk anak-anak sekolah yang bahan bakunya dari ikan seperti bakso ikan, nugget ikan, cake ikan dll.

Dengan adanya Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) di Kota Solok yang melibatkan berbagai komponen dari pihak pemerintah maupun organisasi masyarakat, diharapkan akan mampu berperan dalam menggerakkan unsur terkait untuk meningkatkan konsumsi ikan nasional sehingga menjadi budaya agar tercipta generasi yang sehat, kuat dan cerdas,”tambah Ketua TP PKK lagi.(L_Monika)

Panen Perdana Sawah Demplot di Sawah Solok

Wakil Walikota Solok Reinier turun ke sawah melakukan panen perdana sawah demplot di Sawah Solok disamping Kantor PLN Solok, didampingi Kabid Penyuluhan Dinas Pertanian Erly Mesra, Danramil Capt Inf Simanjorang, Ketua LKAAM, Ketua P4S Kota Solok serta sejumlah pejabat lainya dan petani, Senin (10/04).

Wakil Walikota  Reinier mengatakan program tersebut perlu dukungan bersama, serta apresiasi dan penghargaan kepada Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadya (P4S) Surau Rukan yang telah mampu melahirkan kegiatan konkrit yang meningkatkan produksi padi di Kota Solok.“Program ini perlu dukungan bersama, sosialisasi yang luas kepada masyarakat petani. Sehingga berdampak pada produksi padi, jika panen meningkat maka dapat mengurangi keinginan pemilik lahan untuk alih fungsi lahan selain pertanian,”kata Reinier

“Pemko mengapresiasi gebrakan yang inovatif dari P4S Kota Solok, yang mengembangkan sektor pertanian padi sawah dan tanaman buah serta holtikultura. Sehingga produktivitas pertanian di Kota Solok meningkat tajam dan berdampak pada kesejahteraan petani,”kata Reinier.

Wakil Walikota menghimbau masyarat untuk memanfaatkan lahan-lahan yang masih kosong dan belum tergarap,”Saya harapkan P4S mentransfer ilmu kepada masyarakat sehingga masyarakat yang belum sadar, akan dapat mengelola lahan-lahannya yang masih kosong,”tukas Reinier.

Sementara itu Ketua P4S Kota Solok Arizal mengatakan, sejak 2010 silam, P4S telah membantu pemerintah dalam swasembada pangan,”Kita tengah mengembangkan padi di demplot dengan sistem Jajar Legowo 5:1 dengan sehingga menambah rangkai padi serta mengurangi tingkat kehampaan saat panen, dengan harapan jumlah panen meningkat bahkan lebih kurang 8 hingga 9 ton per hektar,” beber Arizal.

Selain padi, P4S juga mengembangkan cabe dan tomat di kawasan Gawan, melon emas dan tomat di kawasan Tanah Garam, dan pepaya madu di kawasan IX Korong. Selain menanam dan mengembangkan, P4S juga mendampingi sejumlah kelompok tani di Kota Solok.(Van)

Gerakan Tanam Jarwo bersama Wakil Walikota Solok

Pemerintah saat ini sangat serius mengupayakan swasembada pangan termasuk padi. Beberapa Program strategis diluncurkan, diantaranya Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Hasil Tanaman Pangan dengan Teknologi Tanam Jajar Legowo (Jarwo).

Teknologi Jajar Legowo adalah salah satu teknologi intensifikasi dengan mengosongkan satu baris setiap beberapa baris tanam. Dua sistem jajar legowo yang paling dianjurkan adalah pola 4:1 dan 2:1. Banyak keuntungan dari sistem tanam ini, diantaranya Meningkatkan produksi lebih kurang 15%, Meningkatkan jumlah rumpun, memberi ruang tumbuh yang lebih longgar sekaligus sirkulasi udara, pemanfaatan sinar matahari lebih baik, upaya penanggulangan gulma lebih mudah, pemupukan dapat dilakukan dengan lebih mudah, mengurangi serangan hama tikus, bisa diterapkan mina padi dan penanggulangan keong mas lebih mudah.

Kota Solok merupakan salah satu sentra beras di Sumatera Barat. Walau lahan sawahnya hanya 876 Ha, Kota Solok selalu mendukung program pemerintah terkait peningkatan produksi padi. Tahun 2016, Kota Solok mendapat alokasi Kegiatan Jarwo seluas 800 ha. Jika kegiatan ini berhasil maka akan menambah surplus beras Kota Solok. Keseriusan penerapan Jarwo ini salah satunya ditunjukkan dengan menggelar Acara Gerakan Tanam dengan Teknologi Jajar Legowo di Kelompok Tani Sawah Solok Kelurahan IX Korong pada tanggal 9 September 2016 yang dihadiri Wakil Walikota Solok, Reinier,n swasembada pangan termasuk padi. Beberapa Program strategis diluncurkan, diantaranya Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Hasil Tanaman Pangan dengan Teknologi Tanam Jajar Legowo (Jarwo).

Teknologi Jajar Legowo adalah salah satu teknologi intensifikasi dengan mengosongkan satu baris setiap beberapa baris tanam. Dua sistem jajar legowo yang paling dianjurkan adalah pola 4:1 dan 2:1. Banyak keuntungan dari sistem tanam ini, diantaranya Meningkatkan produksi lebih kurang 15%, Meningkatkan jumlah rumpun, memberi ruang tumbuh yang lebih longgar sekaligus sirkulasi udara, pemanfaatan sinar matahari lebih baik, upaya penanggulangan gulma lebih mudah, pemupukan dapat dilakukan dengan lebih mudah, mengurangi serangan hama tikus, bisa diterapkan mina padi dan penanggulangan keong mas lebih mudah.

Kota Solok merupakan salah satu sentra beras di Sumatera Barat. Walau lahan sawahnya hanya 876 Ha, Kota Solok selalu mendukung program pemerintah terkait peningkatan produksi padi. Tahun 2016, Kota Solok mendapat alokasi Kegiatan Jarwo seluas 800 ha. Jika kegiatan ini berhasil maka akan menambah surplus beras Kota Solok. Keseriusan penerapan Jarwo ini salah satunya ditunjukkan dengan menggelar Acara Gerakan Tanam dengan Teknologi Jajar Legowo di Kelompok Tani Sawah Solok Kelurahan IX Korong pada tanggal 9 September 2016 yang dihadiri Wakil Walikota Solok, Reinier, Dt. Intan Batuah, ST, MM.

Dalam acara tersebut juga dilakukan ujicoba Mesin Rice Transplanter yaitu alat/mesin tanam padi yang dirancang oleh Badan Litbang Kementerian Pertanian, penyerahan secara simbolis hand traktor dari Dana APBN dan dialog dengan kelompok tani di Kota Solok (2:2).

Komitmen Ketua Gapoktan dan Manajer LKMA pada Koordinasi LKMA di Kota Solok

Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) telah diluncurkan sejak lama untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Program ini diimplementasikan dalam bentuk bantuan dana usaha pertanian untuk petani melalui gapoktan. Gapoktan diharuskan membentuk Lembaga Kredit Mikro Agribisnis (LKMA) untuk menjalankan dana dari pusat tersebut.

Dana PUAP digulirkan di Kota Solok sejak tahun 2012 untuk 2 gapoktan dan dilanjutkan pada tahun 2013 untuk 7 gapoktan. Terakhir tahun lalu, pemerintah menggulirkan dana  PUAP ini untuk satu gapoktan yaitu Gapoktan Empat Sepakat Kampung Jawa. Kota Solok sekarang telah mendapat dana PUAP untuk 10 gapoktan.

Untuk menghindari permasalahan yang mungkin timbul maka pada tanggal 26 Agustus 2016 diselenggarakan Rapat Koordinasi untuk para pengurus LKMA-PUAP dan Ketua Gapoktan. Hadir dalam rapat tersebut seluruh Manajer LKMA-PUAP  dan seluruh Gapoktan di Kota Solok.

Dalam rapat koordinasi tersebut juga dibahas langkah-langkah untuk registrasi LKMA-PUAP, sehingga kelembagaannya diharapkan semakin kuat (2:2).

Penerapan Pertanian Terpadu di Kota Solok

Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan pendapatan petani. Salah satu yang diupayakan adalah penerapan pertanian terpadu. Petani tidak bisa menggantungkan penghasilannya pada satu komoditas saja. Dengan mengusahakan banyak komoditi, petani memiliki alternatif penghasilan jika satu komoditas mengalami gagal usaha. Pertanian terpadu juga memungkinkan petani menambah penghasilan dari berbagai komoditas yang diusahakan.

Salah satu pertanian terpadu yang mungkin dilakukan adalah padi, ikan dan sapi. Petani dapat melakukan budidaya padi bersama dengan budidaya ikan dengan sistem minapadi. Sistem minapadi tidak membolehkan pemakaian pupuk an organik berlebihan dan pestisida. Untuk menambah kesuburan tanah petani dapat memperolehnya dari kotoran sapi. Jerami hasil panen padi dapat diolah menjadi pakan sapi. Dengan mengusahakan tiga komoditas tersebut, paling tidak ada beberapa penghasilan yang diperoleh, yaitu: padi, ikan, bio gas dan sapi. Sedangkan efesiensi yang mungkin dilakukan adalah pupuk an organik yang diganti dengan pupuk organik dari kotoran sapi.

Pertanian Terpadu itulah yang dijadikan tema oleh Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Solok dalam Pawai alegoris yang digelar Pemerintah Kota Solok pada tanggal 18 Agustus 2016. Pawai dikuti oleh seluruh SKPD, kelurahan, kecamatan dan masyarakat (3:2).

Kota Solok Serius Menerapkan Teknologi untuk Peningkatan Produksi Pertanian

Penerapan teknologi dalam usaha pertanian sangat penting, disamping efesiensi dan efektivitas biaya produksi. Petani padi sawah sangat merasakan pentingnya efesiensi dan efektivitas ini. Pemerintah mengusahakan harga beras tidak tinggi agar semua masyarakat bisa membeli beras dan tidak kekurangan pangan. Dengan demikian yang bisa diusahakan petani adalah menurunkan biaya produksi yang salah satunya dengan penggunaan teknologi.

Untuk itu, pada tanggal 10 Agustus 2016, Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Solok bekerja sama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Barat melakukan uji coba mesin Combine Harvester, yaitu mesin untuk memanen padi. Uji coba dilakukan di hamparan sawah Kelompok Tani Sawah Solok di Kelurahan IX Korong Kota Solok. Pemakaian  Combine Harvester ini dapat menekan kehilangan gabah akibat panen dengan sabit dan saat mengangkut ketempat perontokan. Dengan  Combine Harvester dapat sekaligus dilakukan pemotongan padi dan perontokan sehingga padi tidak berserakan. Disamping itu jam kerja juga lebih cepat sehingga biaya yang dikeluarkan lebih sedikit, denga kata lain biaya produksi dapat ditekan.

Uji coba tersebut dihadiri oleh perwakilan seluruh kelompok tani yang ada di Kota Solok dan dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Solok, Jefrizal, S.Pt., M.T. dan perwakilan dari BPTP Sumatera Barat.

Pada hari yang sama juga dilakukan uji coba Mini Traktor yang bertempat di Areal Lahan Kering Kelompok Tani Puncak Kandih Kelurahan Laing. Rencananya lahan yang dijadikan uji coba ini akan ditanami ubi kayu. Hadir dalam uji coba ini Kepala Seksi Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura, Ir. Yubidarlis dan Kepala Seksi Produksi Perkebunan dan Kehutanan, Joni Harnedi, SP. (2:2).

Panen Calon Benih Penjenis, Benih Dasar dan Benih Pokok Padi Anak Daro

Padi Varietas Anak Daro merupakan padi asli Kota Solok yang telah diluncurkan Menteri Pertanian pada tahun 2007. Sebagai upaya untuk menjaga kemurnian varietas Anak Daro ini. Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Solok secara rutin melaksanakan pemurnian varietas unggulan Kota Solok ini melalui Kegiatan Pengembangan Bibit Unggul Pertanian/Perkebunan yang bersumber dari APBD Kota Solok.

Pada tahun 2016 ini, Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Solok melakukan pertanaman untuk Calon Benih Penjenis seluas 0,05 Ha, Calon Benih Dasar sebanyak 0,25 Ha dan Calon Benih Pokok seluas 0,5 Ha. Pertanaman calon benih ini berlokasi di Areal Kelompok Tani Guguak Lanciang Makmur di Kelurahan Simpang Rumbio.

Pada tanggal 19 Juli 2016, tanaman padi untuk calon benih ini dipanen di bawah pengawasan Pengawas Benih Tanaman, Armizal dari BPSB Sumatera Barat dan Ir. Syahrul Zein dari BPTP Sumatera Barat. Dengan dipanennya padi dari pertanaman 2016 ini maka diharapkan bisa menambah dan memperbarui stock benih bina Padi Varietas Anak Daro (2:2).