Kelompok Tani Pasir Maju Belajar Pengendalian Hama Penyakit Padi Secara Organik

Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman padi merupakan komponen penting dalam usaha tani. Serangan hama dan penyakit menyebabkan produksi padi berkurang ataupun gagal panen. Pentingnya pengendalian hama dan penyakit menjadikan komponen ini salah satu dari Sapta Usaha Tani.

Kelompok tani Pasir Maju yang berlokasi di Laing Pasir Kelurahan Laing menyadari pentingnya pengendalian hama dan penyakit pada padi. Untuk itu dengan difasilitasi oleh Dinas Pertanian Kota Solok, pada tanggal 23 Mei 2018 diundang Inisiator Budidaya Padi Organik Kota Solok yang merupakan Mantan Kepala Laboratorium Pengendalian Hama dan Penyakit Propinsi Sumatera untuk Wilayah Kota Solok, Kab. Solok dan Kab. Solok Selatan, Ir. Syabaruddin untuk bertindak sebagai pemandu. Kegiatan ini merupakan rangkaian Sekolah Lapang Padi Organik yang direncanakan berlangsung selama 8 (delapan) kali pertemuan. Peserta berjumlah 25 orang antusias menyimak materi yang disampaikan pemandu. Hadir dalam kegiatan ini Kepala Seksi Penerapan Teknologi Dinas Pertanian, Fathoni Abdillah, M.Eng, Penyuluh Laing, Desi Armiaty, S.ST dan Staf Dinas, Ricky, SP., M.Si.

Ada 5 hama dan penyakit utama pada padi yaitu tikus, blast, penggerek batang, serangga dan tungro.

Tikus merupakan hewan pengerat yang hidup pada lingkungan yang kotor. Kalau pada tikus sawah biasanya hidup di pematang yang tidak dibersihkan dan rimbun. Pengendalian alaminya dengan sistem pertanaman dengan teknologi jajar legowo baik 4:1 atau 2:1, pemakaian perangkap dari bambu ataupun pipa dan tanam serentak. Sedangkan blast merupakan penyakit yang disebabkan oleh cendawan. Ada 4 jenis blast yaitu leave blast (pada daun), node blast (pada buku), neck blast (pada ujung malai) dan seed blast (pada gabah). Pengendalian penyakit blast hampir sama dengan pengendalian tikus, yaitu dengan teknologi jajar legowo untuk mencukupi sinar matahari dan mengurangi kelembaban. Hanya leave blast yang bisa ditanggulangi.

Lebih lanjut Ir. Syabarudin menyampaikan, penggerek batang disebabkan oleh ulat. Cara pengendalian dengan memahami metamorfosis/siklus hidup ulat mulai dari telur sampai kupu-kupu. Ulat dimusnahkan dengan pestisida nabati. Untuk serangga dikendalikan dengan mengalihkan perhatian dengan bunga matahari atau refugia. Sedangkan tungro yang disebabkan oleh virus dikendalikan dengan pemusnahan tanaman yang terjangkit. Tungro dicirikan dengan tanaman yang kerdil dan menyerupai kipas.

Sebelum penyampaian materi, peserta melakukan pengamatan pada tanaman padi secara berkelompok dan melakukan presentasi hasil pengamatan terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman serta kondisi ada tidaknya hama, penyakit dan gulma di sekitar objek pengamatan.

Kegiatan ini diadakan di rumah salah satu anggota Kelompok Tani Pasir Maju. Walau dalam kondisi berpuasa, peserta mengikuti sekolah lapang sampai selesai.

Untuk diketahui, Wilayah Laing Pasir Kelurahan Laing sedang dikembangkan sebagai pusat padi organik di Kota Solok bersama dengan wilayah Bandar Pandung Kelurahan Tanah Garam. Hal ini untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang berusaha mencari pangan yang lebih aman untuk dikonsumsi serta bebas residu an organik, terutama bahan kimia yang berasal pupuk dan pestisida (fa).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *