Gerakan Tanam Jarwo bersama Wakil Walikota Solok

Pemerintah saat ini sangat serius mengupayakan swasembada pangan termasuk padi. Beberapa Program strategis diluncurkan, diantaranya Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Hasil Tanaman Pangan dengan Teknologi Tanam Jajar Legowo (Jarwo).

Teknologi Jajar Legowo adalah salah satu teknologi intensifikasi dengan mengosongkan satu baris setiap beberapa baris tanam. Dua sistem jajar legowo yang paling dianjurkan adalah pola 4:1 dan 2:1. Banyak keuntungan dari sistem tanam ini, diantaranya Meningkatkan produksi lebih kurang 15%, Meningkatkan jumlah rumpun, memberi ruang tumbuh yang lebih longgar sekaligus sirkulasi udara, pemanfaatan sinar matahari lebih baik, upaya penanggulangan gulma lebih mudah, pemupukan dapat dilakukan dengan lebih mudah, mengurangi serangan hama tikus, bisa diterapkan mina padi dan penanggulangan keong mas lebih mudah.

Kota Solok merupakan salah satu sentra beras di Sumatera Barat. Walau lahan sawahnya hanya 876 Ha, Kota Solok selalu mendukung program pemerintah terkait peningkatan produksi padi. Tahun 2016, Kota Solok mendapat alokasi Kegiatan Jarwo seluas 800 ha. Jika kegiatan ini berhasil maka akan menambah surplus beras Kota Solok. Keseriusan penerapan Jarwo ini salah satunya ditunjukkan dengan menggelar Acara Gerakan Tanam dengan Teknologi Jajar Legowo di Kelompok Tani Sawah Solok Kelurahan IX Korong pada tanggal 9 September 2016 yang dihadiri Wakil Walikota Solok, Reinier,n swasembada pangan termasuk padi. Beberapa Program strategis diluncurkan, diantaranya Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Hasil Tanaman Pangan dengan Teknologi Tanam Jajar Legowo (Jarwo).

Teknologi Jajar Legowo adalah salah satu teknologi intensifikasi dengan mengosongkan satu baris setiap beberapa baris tanam. Dua sistem jajar legowo yang paling dianjurkan adalah pola 4:1 dan 2:1. Banyak keuntungan dari sistem tanam ini, diantaranya Meningkatkan produksi lebih kurang 15%, Meningkatkan jumlah rumpun, memberi ruang tumbuh yang lebih longgar sekaligus sirkulasi udara, pemanfaatan sinar matahari lebih baik, upaya penanggulangan gulma lebih mudah, pemupukan dapat dilakukan dengan lebih mudah, mengurangi serangan hama tikus, bisa diterapkan mina padi dan penanggulangan keong mas lebih mudah.

Kota Solok merupakan salah satu sentra beras di Sumatera Barat. Walau lahan sawahnya hanya 876 Ha, Kota Solok selalu mendukung program pemerintah terkait peningkatan produksi padi. Tahun 2016, Kota Solok mendapat alokasi Kegiatan Jarwo seluas 800 ha. Jika kegiatan ini berhasil maka akan menambah surplus beras Kota Solok. Keseriusan penerapan Jarwo ini salah satunya ditunjukkan dengan menggelar Acara Gerakan Tanam dengan Teknologi Jajar Legowo di Kelompok Tani Sawah Solok Kelurahan IX Korong pada tanggal 9 September 2016 yang dihadiri Wakil Walikota Solok, Reinier, Dt. Intan Batuah, ST, MM.

Dalam acara tersebut juga dilakukan ujicoba Mesin Rice Transplanter yaitu alat/mesin tanam padi yang dirancang oleh Badan Litbang Kementerian Pertanian, penyerahan secara simbolis hand traktor dari Dana APBN dan dialog dengan kelompok tani di Kota Solok (2:2).

Post comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2015 DINAS PERTANIAN KOTA SOLOK