Goro di Saluran Irigasi sawah

Ketua DPRD Kota Solok,Yutris Can,SE bersama kelompok tani dan jajaran Kodim 0309 Solok menggelar Gotong Royong (Goro) bersama di sepanjang Bandar Pamujan Lukah Pandan Kelurahan KTK, Minggu pagi (9/4). Goro disepanjang jaringan irigasi bandar pamujan dilakukan untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat dan indah, dimana bandar tersebut menurut rencana akan di jadikan salah satu objek wisata air nantinya.

Dalam kesempatan itu terlihat TNI bersama kelompok tani, komunitas motor dari Minor Custom dan komunitas Gajah Maharam Photografi yang dibantu petugas kebersihan membersihkan pinggiran bandar dan sekaligus membersihkan sendimen yang menutupi dasar bandar.

Ketua DPRD Kota Solok, Yutris Can,SE menyebutkan, kegiatan goro bersama ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh kelompok pemakai air yaitu P3A Banda Tangah. Kegiatan goro ini akan dilakukan secara berkesinambungan untuk mendukung program budaya bersih yang berkelanjutan guna terciptanya lingkungan masyarakat yang sehat dan nyaman. Yutris Can,SE juga mengajak masyarakat tani agar menjaga kebersihan irigasi agar tidak terjadi penyumbatan dan pendangkalan akibat sendimen lumpur yang di bawa oleh air dari hulunya. Kalau kita jaga serta pelihara jaringan irigasi yang ada saya yakin daerah kita akan bersih apalagi budaya gotong royong kini mulai luntur ditengah-tengah masyarakat,” tuturnya.(WH)

Panen Perdana Sawah Demplot di Sawah Solok

Wakil Walikota Solok Reinier turun ke sawah melakukan panen perdana sawah demplot di Sawah Solok disamping Kantor PLN Solok, didampingi Kabid Penyuluhan Dinas Pertanian Erly Mesra, Danramil Capt Inf Simanjorang, Ketua LKAAM, Ketua P4S Kota Solok serta sejumlah pejabat lainya dan petani, Senin (10/04).

Wakil Walikota  Reinier mengatakan program tersebut perlu dukungan bersama, serta apresiasi dan penghargaan kepada Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadya (P4S) Surau Rukan yang telah mampu melahirkan kegiatan konkrit yang meningkatkan produksi padi di Kota Solok.“Program ini perlu dukungan bersama, sosialisasi yang luas kepada masyarakat petani. Sehingga berdampak pada produksi padi, jika panen meningkat maka dapat mengurangi keinginan pemilik lahan untuk alih fungsi lahan selain pertanian,”kata Reinier

“Pemko mengapresiasi gebrakan yang inovatif dari P4S Kota Solok, yang mengembangkan sektor pertanian padi sawah dan tanaman buah serta holtikultura. Sehingga produktivitas pertanian di Kota Solok meningkat tajam dan berdampak pada kesejahteraan petani,”kata Reinier.

Wakil Walikota menghimbau masyarat untuk memanfaatkan lahan-lahan yang masih kosong dan belum tergarap,”Saya harapkan P4S mentransfer ilmu kepada masyarakat sehingga masyarakat yang belum sadar, akan dapat mengelola lahan-lahannya yang masih kosong,”tukas Reinier.

Sementara itu Ketua P4S Kota Solok Arizal mengatakan, sejak 2010 silam, P4S telah membantu pemerintah dalam swasembada pangan,”Kita tengah mengembangkan padi di demplot dengan sistem Jajar Legowo 5:1 dengan sehingga menambah rangkai padi serta mengurangi tingkat kehampaan saat panen, dengan harapan jumlah panen meningkat bahkan lebih kurang 8 hingga 9 ton per hektar,” beber Arizal.

Selain padi, P4S juga mengembangkan cabe dan tomat di kawasan Gawan, melon emas dan tomat di kawasan Tanah Garam, dan pepaya madu di kawasan IX Korong. Selain menanam dan mengembangkan, P4S juga mendampingi sejumlah kelompok tani di Kota Solok.(Van)

Gerakan Tanam Jarwo bersama Wakil Walikota Solok

Pemerintah saat ini sangat serius mengupayakan swasembada pangan termasuk padi. Beberapa Program strategis diluncurkan, diantaranya Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Hasil Tanaman Pangan dengan Teknologi Tanam Jajar Legowo (Jarwo).

Teknologi Jajar Legowo adalah salah satu teknologi intensifikasi dengan mengosongkan satu baris setiap beberapa baris tanam. Dua sistem jajar legowo yang paling dianjurkan adalah pola 4:1 dan 2:1. Banyak keuntungan dari sistem tanam ini, diantaranya Meningkatkan produksi lebih kurang 15%, Meningkatkan jumlah rumpun, memberi ruang tumbuh yang lebih longgar sekaligus sirkulasi udara, pemanfaatan sinar matahari lebih baik, upaya penanggulangan gulma lebih mudah, pemupukan dapat dilakukan dengan lebih mudah, mengurangi serangan hama tikus, bisa diterapkan mina padi dan penanggulangan keong mas lebih mudah.

Kota Solok merupakan salah satu sentra beras di Sumatera Barat. Walau lahan sawahnya hanya 876 Ha, Kota Solok selalu mendukung program pemerintah terkait peningkatan produksi padi. Tahun 2016, Kota Solok mendapat alokasi Kegiatan Jarwo seluas 800 ha. Jika kegiatan ini berhasil maka akan menambah surplus beras Kota Solok. Keseriusan penerapan Jarwo ini salah satunya ditunjukkan dengan menggelar Acara Gerakan Tanam dengan Teknologi Jajar Legowo di Kelompok Tani Sawah Solok Kelurahan IX Korong pada tanggal 9 September 2016 yang dihadiri Wakil Walikota Solok, Reinier,n swasembada pangan termasuk padi. Beberapa Program strategis diluncurkan, diantaranya Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Hasil Tanaman Pangan dengan Teknologi Tanam Jajar Legowo (Jarwo).

Teknologi Jajar Legowo adalah salah satu teknologi intensifikasi dengan mengosongkan satu baris setiap beberapa baris tanam. Dua sistem jajar legowo yang paling dianjurkan adalah pola 4:1 dan 2:1. Banyak keuntungan dari sistem tanam ini, diantaranya Meningkatkan produksi lebih kurang 15%, Meningkatkan jumlah rumpun, memberi ruang tumbuh yang lebih longgar sekaligus sirkulasi udara, pemanfaatan sinar matahari lebih baik, upaya penanggulangan gulma lebih mudah, pemupukan dapat dilakukan dengan lebih mudah, mengurangi serangan hama tikus, bisa diterapkan mina padi dan penanggulangan keong mas lebih mudah.

Kota Solok merupakan salah satu sentra beras di Sumatera Barat. Walau lahan sawahnya hanya 876 Ha, Kota Solok selalu mendukung program pemerintah terkait peningkatan produksi padi. Tahun 2016, Kota Solok mendapat alokasi Kegiatan Jarwo seluas 800 ha. Jika kegiatan ini berhasil maka akan menambah surplus beras Kota Solok. Keseriusan penerapan Jarwo ini salah satunya ditunjukkan dengan menggelar Acara Gerakan Tanam dengan Teknologi Jajar Legowo di Kelompok Tani Sawah Solok Kelurahan IX Korong pada tanggal 9 September 2016 yang dihadiri Wakil Walikota Solok, Reinier, Dt. Intan Batuah, ST, MM.

Dalam acara tersebut juga dilakukan ujicoba Mesin Rice Transplanter yaitu alat/mesin tanam padi yang dirancang oleh Badan Litbang Kementerian Pertanian, penyerahan secara simbolis hand traktor dari Dana APBN dan dialog dengan kelompok tani di Kota Solok (2:2).

Komitmen Ketua Gapoktan dan Manajer LKMA pada Koordinasi LKMA di Kota Solok

Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) telah diluncurkan sejak lama untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Program ini diimplementasikan dalam bentuk bantuan dana usaha pertanian untuk petani melalui gapoktan. Gapoktan diharuskan membentuk Lembaga Kredit Mikro Agribisnis (LKMA) untuk menjalankan dana dari pusat tersebut.

Dana PUAP digulirkan di Kota Solok sejak tahun 2012 untuk 2 gapoktan dan dilanjutkan pada tahun 2013 untuk 7 gapoktan. Terakhir tahun lalu, pemerintah menggulirkan dana  PUAP ini untuk satu gapoktan yaitu Gapoktan Empat Sepakat Kampung Jawa. Kota Solok sekarang telah mendapat dana PUAP untuk 10 gapoktan.

Untuk menghindari permasalahan yang mungkin timbul maka pada tanggal 26 Agustus 2016 diselenggarakan Rapat Koordinasi untuk para pengurus LKMA-PUAP dan Ketua Gapoktan. Hadir dalam rapat tersebut seluruh Manajer LKMA-PUAP  dan seluruh Gapoktan di Kota Solok.

Dalam rapat koordinasi tersebut juga dibahas langkah-langkah untuk registrasi LKMA-PUAP, sehingga kelembagaannya diharapkan semakin kuat (2:2).

Penerapan Pertanian Terpadu di Kota Solok

Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan pendapatan petani. Salah satu yang diupayakan adalah penerapan pertanian terpadu. Petani tidak bisa menggantungkan penghasilannya pada satu komoditas saja. Dengan mengusahakan banyak komoditi, petani memiliki alternatif penghasilan jika satu komoditas mengalami gagal usaha. Pertanian terpadu juga memungkinkan petani menambah penghasilan dari berbagai komoditas yang diusahakan.

Salah satu pertanian terpadu yang mungkin dilakukan adalah padi, ikan dan sapi. Petani dapat melakukan budidaya padi bersama dengan budidaya ikan dengan sistem minapadi. Sistem minapadi tidak membolehkan pemakaian pupuk an organik berlebihan dan pestisida. Untuk menambah kesuburan tanah petani dapat memperolehnya dari kotoran sapi. Jerami hasil panen padi dapat diolah menjadi pakan sapi. Dengan mengusahakan tiga komoditas tersebut, paling tidak ada beberapa penghasilan yang diperoleh, yaitu: padi, ikan, bio gas dan sapi. Sedangkan efesiensi yang mungkin dilakukan adalah pupuk an organik yang diganti dengan pupuk organik dari kotoran sapi.

Pertanian Terpadu itulah yang dijadikan tema oleh Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Solok dalam Pawai alegoris yang digelar Pemerintah Kota Solok pada tanggal 18 Agustus 2016. Pawai dikuti oleh seluruh SKPD, kelurahan, kecamatan dan masyarakat (3:2).

Kota Solok Serius Menerapkan Teknologi untuk Peningkatan Produksi Pertanian

Penerapan teknologi dalam usaha pertanian sangat penting, disamping efesiensi dan efektivitas biaya produksi. Petani padi sawah sangat merasakan pentingnya efesiensi dan efektivitas ini. Pemerintah mengusahakan harga beras tidak tinggi agar semua masyarakat bisa membeli beras dan tidak kekurangan pangan. Dengan demikian yang bisa diusahakan petani adalah menurunkan biaya produksi yang salah satunya dengan penggunaan teknologi.

Untuk itu, pada tanggal 10 Agustus 2016, Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Solok bekerja sama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Barat melakukan uji coba mesin Combine Harvester, yaitu mesin untuk memanen padi. Uji coba dilakukan di hamparan sawah Kelompok Tani Sawah Solok di Kelurahan IX Korong Kota Solok. Pemakaian  Combine Harvester ini dapat menekan kehilangan gabah akibat panen dengan sabit dan saat mengangkut ketempat perontokan. Dengan  Combine Harvester dapat sekaligus dilakukan pemotongan padi dan perontokan sehingga padi tidak berserakan. Disamping itu jam kerja juga lebih cepat sehingga biaya yang dikeluarkan lebih sedikit, denga kata lain biaya produksi dapat ditekan.

Uji coba tersebut dihadiri oleh perwakilan seluruh kelompok tani yang ada di Kota Solok dan dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Solok, Jefrizal, S.Pt., M.T. dan perwakilan dari BPTP Sumatera Barat.

Pada hari yang sama juga dilakukan uji coba Mini Traktor yang bertempat di Areal Lahan Kering Kelompok Tani Puncak Kandih Kelurahan Laing. Rencananya lahan yang dijadikan uji coba ini akan ditanami ubi kayu. Hadir dalam uji coba ini Kepala Seksi Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura, Ir. Yubidarlis dan Kepala Seksi Produksi Perkebunan dan Kehutanan, Joni Harnedi, SP. (2:2).

Panen Calon Benih Penjenis, Benih Dasar dan Benih Pokok Padi Anak Daro

Padi Varietas Anak Daro merupakan padi asli Kota Solok yang telah diluncurkan Menteri Pertanian pada tahun 2007. Sebagai upaya untuk menjaga kemurnian varietas Anak Daro ini. Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Solok secara rutin melaksanakan pemurnian varietas unggulan Kota Solok ini melalui Kegiatan Pengembangan Bibit Unggul Pertanian/Perkebunan yang bersumber dari APBD Kota Solok.

Pada tahun 2016 ini, Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Solok melakukan pertanaman untuk Calon Benih Penjenis seluas 0,05 Ha, Calon Benih Dasar sebanyak 0,25 Ha dan Calon Benih Pokok seluas 0,5 Ha. Pertanaman calon benih ini berlokasi di Areal Kelompok Tani Guguak Lanciang Makmur di Kelurahan Simpang Rumbio.

Pada tanggal 19 Juli 2016, tanaman padi untuk calon benih ini dipanen di bawah pengawasan Pengawas Benih Tanaman, Armizal dari BPSB Sumatera Barat dan Ir. Syahrul Zein dari BPTP Sumatera Barat. Dengan dipanennya padi dari pertanaman 2016 ini maka diharapkan bisa menambah dan memperbarui stock benih bina Padi Varietas Anak Daro (2:2).

Bantuan Kendaraan Angkut Roda Tiga untuk Kelompok DMB

Peningkatan produksi pangan nasional, khususnya padi menjadi perhatian utama pemerintah saat ini. Salah satu komponen penting dalam usaha untuk meningkatkan produksi padi adalah dengan penyediaan benih unggul bersertifikat. Propinsi Sumatera Barat membutuhkan benih unggul bersertifikat dari varietas nasional unggul bersertifikat yang berkembang di masyarakat, karena pada umumnya varietas unggul bersertifikat yang dikembangkan di tingkat pusat memiliki tekstur “pulen”. Hal ini berbeda dengan permintaan beras Sumatera Barat yang mayoritas menginginkan tekstur “pera”.

Dengan demikian, Propinsi Sumatera Barat harus menyediakan benih unggul bersertifikat sendiri. Upaya dilakukan adalah dengan mengembangkan penangkaran padi varietas unggul yang telah diluncurkan pemerintah. Selain penangkar mandiri, pemerintah juga mengembangkan penangkar dari Kegiatan Desa Mandiri Benih (DMB) melalui kelompok-kelompok yang potensial memproduksi benih.

Untuk membantu Kelompok DMB memproduksi benih, kelompok dibantu dengan kendaraan angkut roda tiga. Kota Solok memperoleh bantuan kendaraan ini sebanyak 2 (dua) unit untuk dua kelompok DMB. Bantuan ini diterima oleh Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Solok dan langsung diserahkan kepada kelompok penerima yaitu DMB Rumbio Saiyo dan DMB Sembiko pada tanggal 12 Juli 2016.

Kepala Dinas dalam pesannya menyampaikan agar kendaraan ini dapat dioperasional dengan baik untuk peningkatan produksi benih unggul bersertifikat di wilayahnya, sehingga petani tidak mengeluh dengan kelangkaan benih unggul bersertifikat dan meningkatkan pemakaian benih unggul bersertifikat oleh petani (2:2).

Kepala Dinas Panen Kacang Tanah di Laing

Kemandirian petani merupakan salah satu tujuan utama pembangunan pertanian. Petani diharapkan dapat berusaha dengan kemampuannya tanpa menggantungkan segala sesuatunya dengan pihak lain, seperti biaya.

Pada tanggal 23 Mei 2016 bertempat di Lahan Kelompok tani Puncak Kandih Kelurahan Laing, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Solok, Jefrizal, S.Pt., M.T. melakukan panen bersama kacang tanah dengan Ketua Gapoktan Laing Saiyo, Yunus. Dalam arahannya kepala dinas menekankan bahwa dalam berusaha tani, petani tidak boleh selalu menunggu bantuan pemerintah. Petani diharapkan dapat mengelola sendiri lahannya dengan baik dan memilih komoditas yang akan ditanamnya.

Kacang tanah yang dibudidayakan oleh petani di Kelompok tani Puncak Kandih ini merupakan usaha mandiri. Lahan seluas kurang lebih 1 hektare, diusahakan dengan swadaya dengan produktivitas 6 ton/Ha (2:2).

Sosialisasi Budidaya Cabe

Tanaman cabe merupakan salah satu komoditas pertanian yang dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari. Meskipun cabe bukan merupakan kebutuhan pokok, namun karena hampir seluruh masyarakat membutuhkan cabe maka komoditas ini menjadi komoditas utama dalam kehidupan sehari-hari. Harga cabe sangat berfluktuasi. Adakalanya harga cabe di pasaran sangat tinggi yang dikarenakan permintaan yang meningkat sementara stok cabe sedikit. Ketika stok melimpah, harga cabe kembali anjlok.

Berdasarkan hal tersebut maka Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Solok mengadakan Sosialisasi Budidaya Cabe di Ruang Pertemuan Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Solok pada tanggal 26 Mei 2016. Peserta sosialisasi adalah calon petani yang akan melaksanakan kegiatan budidaya cabe sebanyak 15 orang. 15 petani ini nantinya akan diseleksi kelayakannya untuk membudidayakan cabe seluas 2 Ha.

Pada sosialisasi ini disampaikan cara budidaya cabe yang baik dan pemilihan waktu tanam yang tepat. Diharapkan dengan sosialisasi ini, petani akan paham tentang budidaya cabe yang dikenal cukup sulit dan membutuhkan keuletan (2:2).