Pemerintah Kota Solok Siap Gerakan Jumat Bersih, Sabtu Hijau dan Minggu Sehat

Pemerintah Kota Solok siap menggerakkan gerakan “Jumat Bersih, Sabtu Hijau dan Minggu Sehat”. Melalui gerakan Sabtu Hijau akan dilakukan gerakan menanam pohon dan penghijauan dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat.

Gerakan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, salah satunya Paguyuban Budiasi Kedumanggu Sentul Bogor yang telah memberikana bantuan berupa bibit tanaman sebanyak 7.000 bibit yang teridri dari 5.000 bibit trembesi dan 2.000 bibit tanaman buah-buahan dan telah diterima oleh Pemerintah Kota Solok melalui Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Solok (Senin, 30 Mei 2016) dan siap disalurkan kepada instansi, sekolah, organisasi masyarakat, kelompok tani dan seluruh lapisan masyarakat.

Penghijauan merupakan salah satu usaha penataan lingkungan dengan menggunakan tanaman sebagai materi pokonya. Penghijauan adalah salah satu kegiatan yang penting yang harus dilaksanakan secara konseptual dalam menangani krisis lingkungan. banyak fakta yang menunjukan bahwa tidak jarang pembangunan dibangun dilahan hijau terbuka. pada hal tumbuhan dalam ekosistem berperan sebagai produsen pertama yang mengubah energi surya menjadi energi potensial untuk makhluk lainnya dan mengubah CO2 menjadi O2 dalam proses fotosintesis. sehingga dengan meningkatkan penghijuan di daerah perkotaan berarti dapat mengurangi CO2 atau polutan lainnya yang berperan terjadi efek rumah kaca, atau gangguan iklim. namun yang tak kalah pentingnya tumbuhan berperan dalam kehidupan dan kesehatan lingkungan secara fisik, disamping itu juga berperan estetika  serta kesehatan jiwa dan raga.

Gerakan Sabtu hijau ini diharapkan dapat mendapat dukungan dari unsur masyarakat Kota Solok. Mengingat pentingnya perananan tumbuhan ini terutama didaerah perkotaan untuk menangani krisis lingkungan, maka diperlukan kesadaran, perencanaan dan pelaksanaan dalam upaya menghijaukan lingkungan di daerah Kota Solok. (1:1)

Kegiatan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional di Kota Solok

Pencanangan hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional Tingkat Kota Solok yang dilaksanakan  pada hari Kamis tanggal 3  Desember 2015 bertempat di UPTD Balai Benih Ikan Sarasah Batimpo Kelurahan Laing Kecamatan Tanjung Harapan Kota Solok. Bertujuan untuk lebih membangkitkan semangat, motivasi dan membudayakan seluruh masyarakat Kota Solok untuk menanam dan memelihara pohon dalam rangka membangun ekosistem hutan untuk memperbaiki, merehabilitasi dan merestorasi hutan dan lahan di Kota Solok.

Berdasarkan keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2008, Pemerintah telah menetapkan setiap tanggal 28 November kita peringati sebagai Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI), dan Desember sebagai Bulan Menanam Nasional (BMN). Kita di Kota Solok juga selalu memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional  (BMN) ini setiap tahun, dimana pada tahun 2010 bertempat di Payo Kelurahah Tanah Garam, tahun 2011 bertempat di Kelurahan Nan Balimo dan tahun 2012 bertempat di depan kantor Lurah Laing Kecamatan Tanjung Harapan. Sedangkan pada Tahun 2013 dilaksanakan di Depan SMP 6 Kelurahan Tanah Garam Kecamatan Lubuk Sikarah Kota Solok dan pada Tahun 2014 dilaksanakan di Jalan  Transad  RT 03 RW 06 Kelurahan Kampung Jawa Kecamatan Tanjung Harapan Kota Solok. Untuk tahun 2014, Kota Solok ditetapkan sebagai Juara II tingkat Provinsi Sumatera Barat dalam Gerakan Penanaman Satu Milyar Pohon Untuk Kategori Kota.

Adapun Tema Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional Tahun 2015 adalah  “Ayo Kerja, Tanam dan Pelihara Pohon untuk Hidup yang Lebih Baik”, yang juga merupakan salah satu program prioritas kabinet kerja 2014 – 2019. Tema ini dapat diwujudkan melalui berbagai program yang telah diluncurkan oleh Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, diantaranya adalah Gerakan Penanaman Satu Milyar Pohon.

Kegiatan ini diawali dengan pembacaan ayat suci al-quraan dan pembacaan doa, kemudian dilanjutkan dengan laporan ketua pelaksana kegiatan hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional Tingkat Kota Solok Tahun 2015 oleh ketua panitia, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Solok Jefrizal, S.Pt. M.T. Beliau  menyampaikan :

Peserta Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional  Tingkat Kota Solok berjumlah 300 orang yang terdiri dari Unsur Muspida, Pemerintah Daerah Kota solok, BUMN/BUMD, Tokoh masyarakat, Perguruan tinggi/Sekolah, Pramuka dan Kelompok Tani.

Bibit untuk Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional Tingkat Kota Solok ini berasal dari Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Solok sebanyak 240 batang yang tediri dari Glodokan Tiang sebanyak 50 batang, Tanjung sebanyak 30 batang, Belimbing sebanyak 30 batang, Sirsak sebanyak 30 batang, Durian Okulasi/Sambung sebanyak 50 Batang, dan Mangga Okulasi/Sambung sebanyak sebanyak 50 batang.Penetapan terhadap Kelompok Tani Terbaik Dalam Rangka Kegiatan Penanaman dan Pemeliharaan Pohon 2014

Target Penanaman direncanakan akan dilaksanakan pada lokasi pencanangan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional Tingkat Kota Solok, yaitu di UPTD Balai Benih Ikan Sarasah Batimpo Kelurahan Laing Kecamatan Tanjung Harapan Kota Solok, juga direncanakan akan ditanami di lahan-lahan kelompok tani yang bertujuan untuk rehabilitasi lingkungan, serta untuk penghijauan di sekolah-sekolah dan lingkungan kantor.

Kegiatan Penilaian terhadap Kelompok Tani terbaik dalam rangka kegiatan Penanaman dan Pemeliharaan Pohon dilakukan terhadap kegiatan penanaman dan pemeliharaan Pohon s/d Tahun 2014. Kegiatan dilakukan pada Kecamatan Tanjung Harapan dan Kecamatan Lubuk Sikarah.

Kemudian dilanjutkan dengan Sambutan dan arahan Bapak Walikota Solok sekaligus mencanangkan Kegiatan Pencanangan hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional Tingkat Kota Solok Bapak Drs. Asrizal Asnan, M.M. Beliau menyampaikan dalam pidatonya untuk menghimbau seluruh msyarakat di Kota Solok melalui gerakan penanaman pohon secara serentak agar dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan hidup yang lebih baik. Sehingga dengan kesadaran sendiri diharapkan masyarakat dapat berperan aktif dalam  rehabilitasi hutan dan lahan serta untuk antisipasi dampak perubahan iklim global.

Setelah mendengarkan arahan dari Bapak Walikota Solok acara dilanjutkan dengan penyerahan bibit secara simbolis kepada perwakilan Kelompok Tani, Organisasi Wanita, TNI, Polri dan Pramuka. Dan pengumuman pemenang kelompok tani terbaik dalam rangka Kegiatan Penanaman dan Pemeliharaan Pohon Tahun 2014 sesuai denga Surat Keputusan Walikota Solok Nomor:188.45-596 Tahun 2015 tanggal 25 November 2015. Pemenang kelompok tani terbaik pada kegiatan penanaman dan pemeliharaan pohon Kota Solok Tahun 2014 Juara I: Kelompok Tani Harapan Baru Kelurahan Tanjung Paku dengan perolehan hadiah sebesar Rp. 3.000.000,- (tiga juta rupiah), untuk Juara II: Kelompok Tai Rajin Bersama, Payo Kel. Tanah Gaam dengan perolehan hadiah sebesar Rp. 2.000.000,- (dua juta rupiah) dan Juara III: Kelompok Tani Keluarga Sepakat, Kampung Jawa dengan hadiah sebesar Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah).

Setelah itu dilanjutkan dengan penanaman pohon oleh Bapak Walikota, Muspida dan diikuti oleh para undangan.

Diharapkan petani untuk dapat melaksanakan penanaman dilokasinya masing-masing sesuai dengan target penanaman pada RHL sebanyak 100 Ha. Dan pada lokasi pencanangan HMI dan Bulan Menanam Nasional tingkat kota Solok tanaman yang telah ditanam agar dapat dipelihara oleh kita bersama baik oleh UPTD BBI dan warga masyarakat serta instansi terkait.

Acara ditutup dengan makan bersama di UPTD BBI Sarasah Batimpo Kota Solok.

Sebagai informasi untuk sekolah-sekolah, kantor bagi yang membutuhkan bibit tersedia di Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Solok. (admin)

Pembentukan Satuan Tugas Pengamanan Hutan Kota Solok

Hutan mempunyai fungsi sangat penting bagi manusia. Di antara fungsi hutan adalah sumber flora dan fauna, sumber mata air, mencegah bancana alam (diantaranya banjir dan tanah longsor), menyerap karbon dan pemasok oksigen di udara.

Hutan sangat rentan untuk dirusak oleh manusia karena hasil hutan yang bernilai ekonomi yang tinggi. Selain karena manusia, hutan juga terancam dengan bahaya kebakaran. Jika terjadi kerusakan hutan, maka untuk mengembalikan hutan seperti sediakala membutuhkan waktu yang sangat lama bahkan bisa beratus-ratus tahun. Agar penjagaan hutan lebih efektif maka diperlukan kerja sama semua pihak, termasuk keterlibatan masyarakat luas dalam mengawasi hutan.

Kota Solok memiliki kawasan pelestarian alam (KSA) seluas 77 Ha dan kawasan hutan lindung seluas 343 Ha. Hutan di Kota Solok sangat penting perannya bagi penduduk kota maka diperlukan pengamanan dan pengamanan yang melibatkan masyarakat dinilai lebih efektif.

Untuk itu pada tanggal 19 Mei 2015 di Aula Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Solok dibentuklah satuan tugas (satgas) pengamanan hutan. Satgas ini dibekali dengan surat keputusan walikota. Tugas dan tanggung jawab satgas pengamanan hutan adalah: 1. menjaga keutuhan kawasan hutan, 2. mencegah pendudukan dan pengerjaan lahan hutan tanpa izin, 3. mencegah pengelolaan tanah hutan secara tidak sah, 4. mencegah penebangan tegakan hutan tanpa izin dan membantu melaksanakan pengawasan terhadap penebangan kayu pada hutan rakyat, 5. mencegah pemungutan hasil hutan dan perburuan satwa liar, 6. mencegah dan memadamkan kebakaran hutan, 7. mencegah pengangkutan hasil hutan dan satwa liar tanpa izin, 8. mencegah membawa alat-alat yang lazim digunakan untuk memotong dan membelah pohon di dalam kawasan hutan, 9. melaporkan segala pelanggaran dan tindak pidana kehutanan kepada komandan satgas, pembimbing, pengawas dan koordinator, dan 10. berpartisipasi dalam setiap kegiatan kehutanan.

Kegiatan Pembentukan Satgas Pengamanan Hutan ini dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Solok dan dihadiri oleh Kepala UPTD BPP se Kota Solok, Lurah Laing dan Lurah Tanah Garam, Tim Patroli Gabungan Pengamanan Hutan Kota Solok dan masyarakat yang menjadi anggota satgas pengamanan hutan (4:4).