Strategi dan Kebijakan

Rumusan strategi merupakan pernyataan-pernyataan yang menjelaskan bagaimana tujuan dan sasaran akan dicapai serta selanjutnya dijabarkan dalam serangkaian kebijakan. Rumusan strategi menunjukkan keinginan yang kuat bagaimana Dinas Pertanian, Perikanan Dan Kehutanan menciptakan nilai tambah (value added) bagi stakeholder layanan.

Untuk merumuskan strategi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan dan sasaran, maka dilakukan analisis lingkungan internal dan lingkungan eksternal dengan menggunakan analisis SWOT (Strengths/kekuatan, Weaknesses/kelemahan, Opportunities/peluang, dan Threats/tantangan). Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai factor secara sistematis untuk merumuskan strategi. Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (Strengths) dan peluang (Opportunities), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (Weaknesses) dan ancaman (Threats).

Identifikasi faktor-faktor SWOT tersebut adalah sebagai berikut :

Kekuatan (Strengh) :

  1. Adanya sarana dan fasilitas yang dimiliki Dinas Pertanian, perikanan dan kehutanan  untuk mendukung pengembangan budidaya dan agribisnis
  2. Adanya potensi lahan (lahan basah, lahan kering, kolam dan pekarangan), potensi sumber daya manusia dan kelembagaan serta teknologi  yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan budidaya dan agribisnis
  3. Adanya Peraturan Daerah tentang pelayanan bidang pertanian  untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat
  4. Adanya alokasi dana untuk kegiatan pertanian, perikanan dan kehutanan.

Kelemahan  (Weaknesses) :

  1. Masih lemahnya  kemampuan manajerial, teknis dan penerapan teknologi tepat guna baik di tingkat aparatur maupun kelembagaan tani
  2. Masih lemahnya kemampuan petani/kelompok tani dalam mengakses permodalan, jejaring pasar dan sistem kemitraan untuk meningkatkan posisi tawar petani
  3. Belum adanya standar pelayanan untuk memfasilitasi kegiatan usaha di Sektor pertanian, perikanan dan Kehutanan.
  4. Penyusunan program/kegiatan yang belum terpadu.

Peluang (Opportunities) :

  1. Adanya mitra kerja di tingkat pusat maupun pemerintah provinsi serta instansi terkait pada tingkat Pemerintah Daerah Kota Solok
  2. Adanya lembaga-lembaga penelitian dan perguruan tinggi yang konsen dalam pengembangan teknologi dan sumber daya pertanian
  3. Tingginya kebutuhan dan permintaan masyarakat terhadap komoditi pertanian, perikanan dan Kehutanan sehingga terbuka kesempatan bagi petani untuk mengembangkan budidaya dan produksi komoditi yang mempunyai nilai ekonomis dan daya jual yang tinggi

Ancaman (Threats) :.

  1. Berkurangnya lahan pertanian produktif karena adanya alih fungsi lahan oleh berbagai kepentingan
  2. Masih rendahnya permodalan yang dimiliki oleh petani dan belum adanya lembaga keuangan mikro yang mapan ditingkat petani
  3. Persaingan pasar produk pertanian yang cukup tinggi dan berkurangnya minat generasi muda untuk bekerja dan berusaha di bidang pertanian.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut maka dilakukan penentuan alternatif strategi dengan menempatkan faktor-faktor tersebut ke dalam matriks SWOT. Melalui matriks ini maka akan dihasilkan empat kemungkinan alternatif strategi yang dapat ditempuh, yaitu :

  • Strategi SO, yaitu dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya.
  • Strategi ST, yaitu strategi dengan menggunakan kekuatan yang dimiliki untuk mengatasi ancaman
  • Strategi WO, yaitu strategi pemanfaatan peluang yang ada dengan meminimalkan kelemahan yang ada.
  • Strategi WT, yaitu strategi yang berusaha meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman.

matrix swot.

Berdasarkan matriks SWOT tersebut di atas, maka diperoleh strategi untuk mencapai tujuan dan sasaran sebagai berikut :

  • Mengoptimalkan penerapan program intensifikasi, ekstensifikasi, diversifikasi dan rehabilitasi.
  • Meningkatkan peran serta tokoh informal dan adat untuk pemanfaatan lahan dalam pengembangan komoditi pertanian, perikanan dan kehutanan.
  • Menyediakan prasarana dan sarana pengendalian dan pengamanan terhadap produk tanaman pangan, peternakan, perkebunan dan perikanan.
  • Meningkatkan pengendalian dan pengawasan terhadap pengelolaan lahan dan pemanfaatan hasil hutan.
  • Meningkatkan kemampuan dan mutu pelayanan aparatur, prasarana dan sarana pelayanan serta kelembagaan tani.
  • Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani sehingga menjadi pelaku usaha yang berorientasi agribisnis.

Agar strategi tersebut di atas dapat diimplementasikan maka ditetapkan kebijakan sebagai berikut :

  1. Menyediakan benih unggul dan menetapkan rekomendasi penerapatn teknologi spesifikasi lokasi.
  2. Mengoptimalkan penerapan regulasi tentang pemanfaatan lahan milik adat, kaum dan negara untuk pengembangan usaha komoditipertanian, perikanan dan kehutanan.
  3. Menetapkan peraturan tentang pengendalian dan pengamanan terhadap produk tanamanpangan, peternakan, perkebunan dan perikanan.
  4. Mengembangkan usaha tani  yang berazaskan konservasi serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian sumberdaya lahan dan hutan.
  5. Memberikan peluang bagi aparatur untuk mengikuti pelatihan dan pendidikan serta penyediaan anggaran untuk melengkapi prasarana dan sarana pelayanan.
  6. Memberikan pelatihan dan penyediaan prasarana dan sarana bagi pelaku usaha.

Tabel Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan.

Tabel Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan SKPD.