Panen Calon Benih Penjenis, Benih Dasar dan Benih Pokok Padi Anak Daro

Padi Varietas Anak Daro merupakan padi asli Kota Solok yang telah diluncurkan Menteri Pertanian pada tahun 2007. Sebagai upaya untuk menjaga kemurnian varietas Anak Daro ini. Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Solok secara rutin melaksanakan pemurnian varietas unggulan Kota Solok ini melalui Kegiatan Pengembangan Bibit Unggul Pertanian/Perkebunan yang bersumber dari APBD Kota Solok.

Pada tahun 2016 ini, Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Solok melakukan pertanaman untuk Calon Benih Penjenis seluas 0,05 Ha, Calon Benih Dasar sebanyak 0,25 Ha dan Calon Benih Pokok seluas 0,5 Ha. Pertanaman calon benih ini berlokasi di Areal Kelompok Tani Guguak Lanciang Makmur di Kelurahan Simpang Rumbio.

Pada tanggal 19 Juli 2016, tanaman padi untuk calon benih ini dipanen di bawah pengawasan Pengawas Benih Tanaman, Armizal dari BPSB Sumatera Barat dan Ir. Syahrul Zein dari BPTP Sumatera Barat. Dengan dipanennya padi dari pertanaman 2016 ini maka diharapkan bisa menambah dan memperbarui stock benih bina Padi Varietas Anak Daro (2:2).

Kunker UPTD Klinik Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung ke Kota Solok

Kunjungan Kerja UPTD Klinik Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung ke Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Solok dalam sharing dan informasi mengenai UPTD Puskeswan Kota Solok, Jumat, 15 Juli 2016. Sebelumnya UPT RPH Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung juga telah mengunjungi RPH Kota Solok yang baru. Kunjungan ini disamping merupakan sharing informasi juga meningkatkan hubungan silaturrahim antara SKPD Dinas Pertanian Kota Bandung dan Dinas Pertanian Kota Solok

Bantuan Kendaraan Angkut Roda Tiga untuk Kelompok DMB

Peningkatan produksi pangan nasional, khususnya padi menjadi perhatian utama pemerintah saat ini. Salah satu komponen penting dalam usaha untuk meningkatkan produksi padi adalah dengan penyediaan benih unggul bersertifikat. Propinsi Sumatera Barat membutuhkan benih unggul bersertifikat dari varietas nasional unggul bersertifikat yang berkembang di masyarakat, karena pada umumnya varietas unggul bersertifikat yang dikembangkan di tingkat pusat memiliki tekstur “pulen”. Hal ini berbeda dengan permintaan beras Sumatera Barat yang mayoritas menginginkan tekstur “pera”.

Dengan demikian, Propinsi Sumatera Barat harus menyediakan benih unggul bersertifikat sendiri. Upaya dilakukan adalah dengan mengembangkan penangkaran padi varietas unggul yang telah diluncurkan pemerintah. Selain penangkar mandiri, pemerintah juga mengembangkan penangkar dari Kegiatan Desa Mandiri Benih (DMB) melalui kelompok-kelompok yang potensial memproduksi benih.

Untuk membantu Kelompok DMB memproduksi benih, kelompok dibantu dengan kendaraan angkut roda tiga. Kota Solok memperoleh bantuan kendaraan ini sebanyak 2 (dua) unit untuk dua kelompok DMB. Bantuan ini diterima oleh Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Solok dan langsung diserahkan kepada kelompok penerima yaitu DMB Rumbio Saiyo dan DMB Sembiko pada tanggal 12 Juli 2016.

Kepala Dinas dalam pesannya menyampaikan agar kendaraan ini dapat dioperasional dengan baik untuk peningkatan produksi benih unggul bersertifikat di wilayahnya, sehingga petani tidak mengeluh dengan kelangkaan benih unggul bersertifikat dan meningkatkan pemakaian benih unggul bersertifikat oleh petani (2:2).

Halal bil Halal Keluarga Besar Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Solok

Untuk meningkatkan rasa kekeluargaan dan meningkatkan rasa syukur karena telah melalui Bulan Suci Ramadhan dengan baik. Keluarga besar Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Solok mengadakan halal bil halal pada tanggal 12 Juli 2016 bertempat di Ruang Pertemuan Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Solok. Hadir dalam kesempatan tersebut Walikota Solok, Zul Elfian, SH., M.Si. beserta istri, Ny. Yet Zul Elfian, Inspektur Inspektorat Kota Solok, Susweni, SH. dan Kepala BKD Kota Solok, Ir. Jetson, M.T.

Halal bil halal juga diisi dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Ustadz Drs. Syaflinur. Dalam ceramahnya disampaikan ustad bahwa Allah SWT telah memberi kemudahan kepada manusia dalam menjalankan ibadah, misalnya dalam menjalan sholat ketika melakukan perjalanan. Siapa yang melakukan sholat ketika sedang melakukan perjalanan, sholat boleh dijamak dan diqoshor. Wudhupun boleh diganti dengan tayamum, apabila dalam perjalanan tidak menemukan air yang suci. Dengan demikian tidak ada alasan untuk meninggalkan sholat. Begitupun dengan ibadah-ibadah yang lain.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Solok menyampaikan keutamaan saling memaafkan antar sesama kita (2:1).