Kepala Dinas Panen Kacang Tanah di Laing

Kemandirian petani merupakan salah satu tujuan utama pembangunan pertanian. Petani diharapkan dapat berusaha dengan kemampuannya tanpa menggantungkan segala sesuatunya dengan pihak lain, seperti biaya.

Pada tanggal 23 Mei 2016 bertempat di Lahan Kelompok tani Puncak Kandih Kelurahan Laing, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Solok, Jefrizal, S.Pt., M.T. melakukan panen bersama kacang tanah dengan Ketua Gapoktan Laing Saiyo, Yunus. Dalam arahannya kepala dinas menekankan bahwa dalam berusaha tani, petani tidak boleh selalu menunggu bantuan pemerintah. Petani diharapkan dapat mengelola sendiri lahannya dengan baik dan memilih komoditas yang akan ditanamnya.

Kacang tanah yang dibudidayakan oleh petani di Kelompok tani Puncak Kandih ini merupakan usaha mandiri. Lahan seluas kurang lebih 1 hektare, diusahakan dengan swadaya dengan produktivitas 6 ton/Ha (2:2).

Sosialisasi Budidaya Cabe

Tanaman cabe merupakan salah satu komoditas pertanian yang dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari. Meskipun cabe bukan merupakan kebutuhan pokok, namun karena hampir seluruh masyarakat membutuhkan cabe maka komoditas ini menjadi komoditas utama dalam kehidupan sehari-hari. Harga cabe sangat berfluktuasi. Adakalanya harga cabe di pasaran sangat tinggi yang dikarenakan permintaan yang meningkat sementara stok cabe sedikit. Ketika stok melimpah, harga cabe kembali anjlok.

Berdasarkan hal tersebut maka Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Solok mengadakan Sosialisasi Budidaya Cabe di Ruang Pertemuan Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Solok pada tanggal 26 Mei 2016. Peserta sosialisasi adalah calon petani yang akan melaksanakan kegiatan budidaya cabe sebanyak 15 orang. 15 petani ini nantinya akan diseleksi kelayakannya untuk membudidayakan cabe seluas 2 Ha.

Pada sosialisasi ini disampaikan cara budidaya cabe yang baik dan pemilihan waktu tanam yang tepat. Diharapkan dengan sosialisasi ini, petani akan paham tentang budidaya cabe yang dikenal cukup sulit dan membutuhkan keuletan (2:2).

Praktek Lapangan Peserta Pelatihan Teknis Penangkar Padi Sumatera Barat

Benih padi merupakan komponen produksi yang sangat menentukan hasil. Menurut penelitian, pemilihan benih yang tepat dan bersertifikat akan meningkatkan produksi sekitar 15%. Mengingat akan pentingnya benih ini maka pemerintah pusat dengan dana APBN mengadakan pelatihan teknis penangkar benih bagi kelompok penerima bantuan SDMB di tahun 2015.

Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari tahun 2015 agar kelompok pelaksana dapat menjalankan teknis manajemen pengelolaan produksi benih. Peserta diharapkan mampu mengembangkan produksi benih di wilayah kelompok dan sekitarnya. Selain pelatihan, kelompok SDMB ini, tahun 2016 akan mendapatkan benih pokok sebanyak 25 kg/ha untuk 10 ha per kelompok, 1 unit kendaraan roda tiga (sementara untuk 42 kelompok dari 60 kelompok yang ada) dan pengadaan rak untuk menyusun benih senilai Rp. 10 juta.

Praktek ini dilaksanakan pada tanggal 25 Mei 2016 bertempat di hamparan sawah kelompok tani Sadar Gawan Kelurahan Tanah Garam dan hamparan sawah kelompok tani Guguak Lanciang Makmur Kelurahan Simpang Rumbio. Rombongan peserta pelatihan dipimpin oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi Sumatera Barat, Ir. Elviana Anwar, M.Si. Peserta juga mendapat materi tentang Pengembangan Padi Anak Daro yang disampaikan oleh Sekretaris Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Solok, Ir. Deswita yang bertempat di Aula Balai Benih Ikan Sarasah Batimpo Laing (2:2).

Sosialisasi Optimalisasi Pemanfataan Lahan dengan Ubi Kay

Menurunnya minat petani dalam membudidayakan ubi kayu mengakibatkan produksi ubi kayu menurun. Hal ini berbanding terbalik dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan ubi kayu. Semakin tingginya produksi industri pengolahan hasil tanaman ubi kayu memberikan peluang kepada petani pembudidaya ubi kayu untuk langsung memasarkan hasil produksinya tanpa harus menambah biaya produksi untuk biaya distribusi seperti biaya transportasi.

Kegiatan pengolahan produksi tanaman ubi kayu merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam rangka menumbuhkembangkan pembudidayaan dan produksi ubi kayu di Kota Solok. Dalam rangka mensosialisasikan kegiatan pengolahan produksi ubi kayu ke petani, khususnya pembudidaya ubi kayu maka perlu dilaksanakan sosialisasi kegiatan sehingga diharapkan kegiatan dapat berjalan efektif, efesien dan tepat sasaran.

Untuk itu pada tanggal 19 Mei 2016 bertempat di Ruang Pertemuan Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Solok dilaksanakan Sosialisasi Optimalisasi Pemanfaatan Lahan dengan Ubi Kayu yang bersumber dari dana APBD Kegiatan Pengolahan Produksi Tanaman Aneka Kacang dan Umbi-umbian. Petani calon pelaksana kegiatan diberi materi tentang cara budi daya ubi kayu yang baik, sehingga hasil panennya dapat optimal dan menguntungkan (2:2).