Pengawasan Daging ke Pasar Raya Jelang Hari Raya

Bulan Ramadhan hampir berakhir dan Hari Raya Idul Fitri tinggal beberapa hari lagi. Jelang hari raya, masyarakat berburu kebutuhan pokok untuk kebutuhannya. Proses jual-beli meningkat karena permintaan pasar meningkat.

Guna menjamin keASUHan pangan asal hewan yang beredar di pasar, khususnya daging sapi dan daging ayam, Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Solok turun ke Pasar Raya Kota Solok pada tanggal 14 dan 15 Juli 2015 untuk melakukan pengawasan. Daging sapi dan ayam diperiksa apakah layak edar atau tidak.

Dua tim yang dipimpin oleh Kepala Bidang Perlindungan Tanaman dan Hewan, Ir. Yurmiati, MM. dan Kepala Bidang Produksi, Ir. Eka Yulmalida, memeriksa setiap kios yang menjual daging sapi dan daging ayam. Tim ini merupakan gabungan dari Bidang Perlindungan, Bidang Produksi, UPTD Puskeswan dan UPTD RPH.

Kegiatan ini merupakan lingkup Kesmavet (Kesehatan Masyarakat Veteriner). Pemerintah perlu mewaspadai agar  peredaran produk asal hewan, terutama daging agar ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal) (4:4).

Walikota Solok dan Walikota Toyohashi Jepang Panen Raya Padi di Kelompok Tani Tunas Baru

Dalam rangka peningkatan produksi padi di Kota Solok sekaligus mendukung Upaya Khusus swasembada pangan, salah satu kegiatannya adalah tanam padi dengan metode jajar legowo. Kegiatan ini telah dilaksanakan sejak awal tahun 2015 di berbagai kelompok tani di Kota Solok.

Pada tanggal 9 Juli 2015 bertempat di areal sawah Kelompok tani Tunas Baru Gurun Bagan Kelurahan VI Suku, Walikota Solok, Bapak Irzal Ilyas Dt. Lawik Basa melakukan panen raya padi jajar legowo yang dilakukan dengan pola swadaya. Hadir dalam kegiatan ini adalah Ketua DPRD Kota Solok, Dandim 0309 Solok dan kepala SKPD se Kota Solok. Pada kesempatan itu hadir pula Walikota Toyohashi Jepang dan rombongan yang sedang melakukan kunjungan balasan.

Walikota Toyohashi dalam penyampaiannya mengagumi Kota Solok yang berhasil mempertahankan areal sawah. Beliau juga mengagumi aktivitas petani Kota Solok karena dalam perjalanan melihat aktivitas petani mulai dari tanam, penyiangan dan sebagainya.  Beliau mengajak masyarakat Kota Solok untuk selalu bekerja keras, berusaha terus menerus untuk lebih baik demi masa depan anak cucu kita nanti

IMG_1505

Walikota Solok dalam sambutannya menyampaikan bahwa terjadi peningkatan produksi padi dari 6,4 ton/Ha menjadi 7,2 ton/Ha, dan  telah banyak kegiatan yang dilakukan Pemerintah untuk terwujudnya swasembada pangan antara lain pembangunan dan perbaikan saluran irigasi, optimasi lahan, pembangunan jalan usaha tani dan sebagainya.  Beliau juga mengapresiasi petani Kota Solok, khususnya Kelompok Tani Tunas Baru yang telah menunjukkan kebersaamaannya didalam kelompok dengan pola gotong royong, sehingga beban berat jadi ringan seperti pengairan sawah tunas baru pada saat ini walau pun jaringan irigasi belum ada, anggota  kelompok bisa memanfaatkan mesin pompa yang ada untuk mengairi lahan sawah seluas 11,5 ha sehingga tanaman padi menjadi baik dan produksi meningkat (3:4).

Restocking oleh Bapak Gubernur Sumatera Barat di Pokmaswas Banda Pamujan Kota Solok

Dalam rangka meningkatkan populasi ikan perairan umum di Kota Solok maka Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Propinsi Sumatera Barat dan Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Solok pada tanggal 30 Juni 2015 bertempat di Pokmaswas Banda Pamujan Kelurahan KTK Kota Solok mengadakan restocking sebanyak 20.000 ekor bibit ikan yang terdiri dari ikan nila sebanyak 12.000 ekor, ikan mas sebanyak 5.000 ekor dan ikan gurami sebanyak 3.000 ekor.

Penebaran benih ikan ini dilakukan secara simbolis oleh Bapak Gubernur Sumatera Barat, Prof. Dr. Irwan Prayitno, Psi, M.Sc. dan didampingi oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Sumatera, Ir. Yosmeri, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Solok, Jefrizal, S.Pt., M.T. dan Ketua Pokmaswas Banda Pamujan, Yutris Chan, SE (juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Solok).

Menurut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Sumatera Barat, restocking bertujuan untuk memulihkan populasi ikan yang semakin berkurang di suatu perairan, mempertahankan keanekaragaman hayati ikan dan menjaga perairan tetap lestari. Hasil restocking dari pengelolaan lubuk larangan/ikan larangan dapat membantu pembangunan di kelurahan, termasuk masjid, kegiatan pemuda dan sebagainya.

Restocking adalah upaya meningkatkan dan mempertahankan populasi ikan melalui penebaran benih ikan pada perairan umum (sungai, telaga atau danau) yang oleh masyarakat lebih dikenal dengan lubuk larangan atau ikan larangan. Lubuk larangan biasanya dikelola masyarakat nagari, pemuda dan kelompok masyarakat pengawas

Ketua Pokmaswas Bapak Yutris Chan, SE menyampaikan ucapan terima kasihnya atas perhatian dan bantuan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan hal tersebut sangat berarti dan bermanfaat bagi masyarakat.

Sementara itu Bapak Gubernur Sumatera Barat Prof. Dr. Irwan Prayitno, P.Si, M.Sc. menyampaikan pesan agar ikan yang telah ditebarkan dapat dipelihara dengan baik sehingga dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat itu sendiri serta diawasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.(2:4).

Kunjungan Kepala Dinas ke Petani Pembibit Ayam Kukuak Balenggek

Ayam Kukuak Balenggek merupakan salah satu potensi Kota Solok. Ayam ini hampir setiap tahun dilombakan baik di tingkat daerah maupun nasional. Keunikan akan kemerduan dan keindahan suaranya membuat ayam ini digemari oleh pecinta unggas.

Pemerintah Daerah Kota Solok sangat memperhatikan perkembangan ayam ini. Untuk itu maka pada tanggal 1 Juli 2015, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Solok, Jefrizal, S.Pt., M.T. mengadakan kunjungan ke petani pembibit ayam, Nardi Sumadi.

Sunardi mengharapkan agar pembibitan ayamnya mendapat dukungan dari Pemerintah Daerah dan juga mengharapkan agar diadakan acara tahunan berupa Kontes Ayam Kukuak Balenggek. Dalam kunjungannya, kepala dinas menyatakan dukungan sepenuhnya akan pengembangan ayam ini dan diharapkan menjadi ikon Kota Solok. (2:4).