Kegiatan Pengembangan Optimasi Lahan

Kegiatan optimasi lahan merupakan salah satu langkah strategis dalam mengantisipasi kekurangan lahan dalam memproduksi padi. Kegiatan ini difokuskan untuk dapat meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dan produktifitas lahan sawah melalui penyediaan sarana produksi (pupuk) atau kapur serta bantuan pengolahan tanah. Pola pelaksanaan kegiatan Percepatan Optimasi Lahan adalah berupa Bantuan Sosial dengan pola transfer langsung ke rekening kelompok. Hal ini diharapkan dapat menumbuhkan jiwa kebersamaan dan gotong royong yang tinggi di setiap kelompok pelaksana kegiatan.

Kota Solok sebagai salah satu Kota di Provinsi Sumatera Barat, pada tahun 2015 mendapatkan alokasi kegiatan Percepatan Optimasi Lahan seluas 300 Ha dengan jumlah kelompok pelaksana sebanyak 20 kelompok yang tersebar di 9 Kelurahan pada 2 Kecamatan. Adapun kelompok-kelompok pelaksana kegiatan Percepatan Optimasi Lahan yaitu :

1. Kecamatan Lubuk Sikarah  :

a. Kelurahan Tanah Garam       : – Surau Kajai                  – Serba Usaha        – Wanita Sepakat Air Masin      -Setia Kawan

– Wanita Serba Usaha       – Sadar Gawan       – Air Masin

b. Kelurahan VI Suku              : – Gurun Bagan Saiyo

c. Kelurahan Sinapa Piliang      : -Panca Usaha

d. Kelurahan Aro IV Korong      : -Karya Sepakat

e. Kelurahan KTK                   : -Sakato

f. Kelurahan Simpang Rumbio   : -Guguak Lanciang Makmur   – Sakato Pompa

-Tambak Biliak                  – Mekar Melati

2. Kecamatan Tanjung Harapan :

a. Kelurahan Tanjung Paku       : – Harapan Baru                 – Harapan Maju

b. Kelurahan Nan Balimo         : – Bungo Padi                    – Harapan Jaya

c. Kelurahan Laing                 : – Sarang Alang

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Solok dalam acara sosialisasi kegiatan menyampaikan semoga dengan dilaksanakannya kegiatan pengembangan optimasi lahan ini dapat meningkatkan IP dan produktivitas lahan sawah di Kota Solok sehingga dapat mendukung segera terwujudnya swasembada secara nasional serta diharapkan dengan pelaksanaan kegiatan ini, kelompok dapat semakin solid dan padu sehingga tidak ada perselisihan di intern kelompok (2:2).

Hasil Pelaksanaan Penyiapan Lahan Tanam

Pembentukan Satuan Tugas Pengamanan Hutan Kota Solok

Hutan mempunyai fungsi sangat penting bagi manusia. Di antara fungsi hutan adalah sumber flora dan fauna, sumber mata air, mencegah bancana alam (diantaranya banjir dan tanah longsor), menyerap karbon dan pemasok oksigen di udara.

Hutan sangat rentan untuk dirusak oleh manusia karena hasil hutan yang bernilai ekonomi yang tinggi. Selain karena manusia, hutan juga terancam dengan bahaya kebakaran. Jika terjadi kerusakan hutan, maka untuk mengembalikan hutan seperti sediakala membutuhkan waktu yang sangat lama bahkan bisa beratus-ratus tahun. Agar penjagaan hutan lebih efektif maka diperlukan kerja sama semua pihak, termasuk keterlibatan masyarakat luas dalam mengawasi hutan.

Kota Solok memiliki kawasan pelestarian alam (KSA) seluas 77 Ha dan kawasan hutan lindung seluas 343 Ha. Hutan di Kota Solok sangat penting perannya bagi penduduk kota maka diperlukan pengamanan dan pengamanan yang melibatkan masyarakat dinilai lebih efektif.

Untuk itu pada tanggal 19 Mei 2015 di Aula Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Solok dibentuklah satuan tugas (satgas) pengamanan hutan. Satgas ini dibekali dengan surat keputusan walikota. Tugas dan tanggung jawab satgas pengamanan hutan adalah: 1. menjaga keutuhan kawasan hutan, 2. mencegah pendudukan dan pengerjaan lahan hutan tanpa izin, 3. mencegah pengelolaan tanah hutan secara tidak sah, 4. mencegah penebangan tegakan hutan tanpa izin dan membantu melaksanakan pengawasan terhadap penebangan kayu pada hutan rakyat, 5. mencegah pemungutan hasil hutan dan perburuan satwa liar, 6. mencegah dan memadamkan kebakaran hutan, 7. mencegah pengangkutan hasil hutan dan satwa liar tanpa izin, 8. mencegah membawa alat-alat yang lazim digunakan untuk memotong dan membelah pohon di dalam kawasan hutan, 9. melaporkan segala pelanggaran dan tindak pidana kehutanan kepada komandan satgas, pembimbing, pengawas dan koordinator, dan 10. berpartisipasi dalam setiap kegiatan kehutanan.

Kegiatan Pembentukan Satgas Pengamanan Hutan ini dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Solok dan dihadiri oleh Kepala UPTD BPP se Kota Solok, Lurah Laing dan Lurah Tanah Garam, Tim Patroli Gabungan Pengamanan Hutan Kota Solok dan masyarakat yang menjadi anggota satgas pengamanan hutan (4:4).

Pembinaan KPPIB di KPPIB Batu Laweh Kelurahan Tanjung Paku

Pengembangan sub sektor peternakan menghadapi banyak tantangan. Kepemilikan ternak per petani-ternak yang sedikit, SDM petani-ternak yang kurang dan harga jual ternak di tingkat petani-ternak yang tidak seimbang dengan harga daging sapi di pasar menyebabkan program swasembada daging sapi perlu mendapat perhatian.

Untuk itu, Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Solok mengadakan kegiatan pembinaan pada petani-ternak melalui kelompok tani KPPIB. Kegiatan ini melayani: 1. Konsultasi masalah ternak, 2. Pelayanan inseminasi buatan (kawin suntik), 3. Pelayanan pemeriksaan kebuntingan (PKB), 4. Pelayanan ATR, dan 5. Pengobatan dan perawatan ternak. Kegiatan ini pada tanggal 28 Mei 2015 dilaksanakan di Kelompok Tani KPPIB Batu Laweh Kelurahan Tanjung Paku.

Kegiatan serupa juga telah dilaksanakan pada bulan Maret 2015 di Kelompok tani Guguak Lanciang Makmur Kelurahan Simpang Rumbio, Kelompok tani Harapan Jaya Kelurahan Nan Balimo dan Kelompok tani Tunas Muda Kelurahan Tanah Garam. Pada bulan April 2015 di Kelompok tani Sarang Alang Kelurahan Laing, Kelompok tani KPPIB Payo Kelurahan Tanah Garam, Kelompok tani Wanita Serba Usaha Kelurahan Tanah Garam dan Kelompok Tani Mekar Jaya Kelurahan Nan Balimo. Pada Bulan Mei 2015 di Kelompok tani Kalumpang Saiyo Kelurahan VI Suku, Kelompok tani Sadar Gawan Kelurahan Tanah Garam dan Kelompok tani Gurun Bagan Saiyo Kelurahan VI Suku.

Bagi Kelompok tani di Kota Solok yang belum mendapatkan pembinaan KPPIB dapat menghubungi penyuluh pertanian setempat atau Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Solok (4:4).

Pelayanan Kesehatan Kuda pada Gelaran Pacu Kuda Terbuka dan Tradisional Putaran VII di Kota Solok

Dalam rangka mensukseskan gelaran Pacu Kuda Terbuka dan Tradisional Putaran VII yang diadakan atas kerjasama PORDASI Kota Solok dan Pemerintah Daerah Kota Solok pada tanggal 31 Mei sampai dengan 1 Juni 2015 di Lapangan Pacuan Kuda Ampang Kualo Kota Solok, Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan ikut serta berperan secara aktif dalam pelayanan kesehatan kuda yang ikut bertanding. Peran serta Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan dalam pelayanan kesehatan kuda diawali dengan kegiatan penyemprotan sebanyak 49 kandang kuda pada tanggal 13 Mei 2015 dengan antiparasit dan penyemprotan dengan desinfektan pada tanggal 14 Mei 2015. Penyemprotan ini untuk memastikan keamanan dan kenyamanan kandang dan terbebas dari parasit yang dapat mengganggu kenyamanan kuda selama berada di kandang.

Kuda mulai datang ke kandang pada tanggal 17 Mei 2015 dengan jumlah kuda sampai pada tanggal pertandingan sebanyak 64 ekor kuda dan yang menempati kandang sebanyak 45 ekor. Kuda sebanyak 45 ekor berasal dari Aceh sebanyak 2 ekor, Sumatera Utara 2 ekor, Padang Panjang 1 ekor, Pariaman 4 ekor, Padang 4 ekor, Batusangkar 4 ekor, Bukittinggi 15 ekor, Payakumbuh 7 ekor dan Solok 25 ekor.

Pemantauan kesehatan kuda pada tanggal 28 Mei 2015 dan hari I pertandingan ditemukan ada 4  ekor kuda yang mengalami vulnus yaitu vulnus di triseps dextra, di scapula dextra,  di bicep femoris, region scapula dan vulnus di phalanx proximal distal dextra dan untuk penangannya telah dilakukan penjahitan dan pengobatan.

Pada Pelaksanaan hari kedua ditemukan 2 kasus yaitu vulnus di gusi dan bicep femoris dextra dan frakture phalanx proximal sinistra dan 1 ekor tidak mengikuti race karena alasan sakit. Kuda tersebut juga ditangani dengan penjahitan dan pengobatan.

pelayanan kesehatan kuda pada pelaksanaan gelaran Pacu Kuda 2015 ini dikoordinir oleh Kepala UPTD Puskeswan Kota Solok, drh. Denny Susanti dan dibantu oleh Tim Medik dan Paramedik Veteriner dari UPTD tersebut (6:4).

Silaturahmi Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1436 H di Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Solok

Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1436 H, Dinas Pertanian. Perikanan dan Kehutanan Kota Solok pada hari Rabu tanggal 17 Juni 2015 mengadakan halal bi halal dengan seluruh karyawan dan karyawati Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Solok yang bertempat di UPTD BBI Sarasah Batimpo. Tujuan halal bi halal adalah mengharmoniskan hubungan kekerabatan dan mempererat hubungan silaturahim antar sesama.

Acara halal bi halal ini diisi dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Ustadz Syafri Nur. Dalam ceramahnya ustadz Syafri Nur menyampaikan, ada 5 hal yang perlu dihindari dalam menjalani ibadah di Bulan Suci Ramadhan, yaitu: 1. Menjauhi Ghibah, 2. Menjauhi adu domba, 3. Menjauhi dusta (bohong), 4. Larangan berkhianat (tidak amanah) dan 5. Menjaga pandangan dari yang menimbulkan nafsu.

Kepala Dinas dalam sambutannya menyatakan bahwa personil Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan telah menunjukkan kekompakan selama ini bahkan pada acara silaturrahim yang dilaksanakan di BBI dengan lokasi yang cukup jauh dapat dihadiri oleh semua staf dari semua UPTD, untuk itu kedepan kekompakan tersebut perlu dijaga, dipertahankan dan bahkan ditingkatkan. Acara dilanjutkan dengan bermaaf-maafan dan bersalam-salaman serta makan bersama (1:1).

Pencanangan GBIB di Kota Solok

Peningkatan populasi ternak terus diupayakan,  mulai dari sistem integrasi ternak dengan sub sektor lain seperti perkebunan, transfer embrio sampai dengan penyelamatan betina produktif. Pada tahun 2015, diluncurkan Program Gertak Birahi dan Inseminasi Buatan (GBIB). Beberapa upaya dilakukan pada GBIB seperti pemeriksaan kesehatan reproduksi, penyuntikan hormon dan vitamin.

Pada tanggal 10 Juli 2015 berlokasi di Kelurahan Kampung Jawa Kecamatan Tanjung Harapan Kota Solok dicanangkan program ini di Kota Solok. Hadir dalam pencanangan Kepala Bidang Perlindungan Tanaman dan Hewan, Ir. Yurmiati, M.M., Kepala Seksi Perlindungan Hewan dan Ikan, drh. Amora beserta tim GBIB dan rombongan dari Balai Penelitian Ternak Unggul Hijauan Makanan Ternak (BPTU-HMT) Padang Mangatas.

Dalam pencanangan GBIB ini dilakukan pemeriksaan kesehatan reproduksi pada sapi di UPTD BPP Kecamatan Tanjung Harapan dan sapi di salah seorang petani-ternak. Pada sapi di petani ternak dilakukan penyuntikan hormon dan vitamin (4:4).

Harapannya dengan program ini, sapi betina yang mengalami hambatan pada usia produktif dapat bereproduksi guna meningkatan populasi ternak sapi.