Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian melaunching Agrowisata Payo dan Agrowisata Kampung Durian

Setelah kurang lebih 2 tahun sejak dimulainya pengembangan Agrowisata Payo dan Agrowisata Kampung Durian, pada tanggal 5 Desember 2018 bertempat di Batu Patah, Payo Kelurahan Tanah Garam Kota Solok dilakukanlah launching kedua agrowisata tersebut. Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI, Dr. Ir. Suwandi, M.Sc. hadir langsung untuk melaksanakan peresmiannya agrowisata kebanggaan Kota Solok ini.

Hadir dalam launching tersebut Kepala Puslitbang Hortikultura Balitbangtan Kementan RI, Dr. Ir. Hardiyanto, M.Sc., Gunernur Sumatera Barat yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian Provinsi Sumatera Barat, Benny Warlis, SH., MM., Walikota Solok, Zul Elfian, SH., M.Si, Wakil Walikota Solok, Reinier, ST., MM. Kepala Balai Penelitian Buah Tropika, Dr. Ir. Ellinamansyah, M.Si., Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Provinsi Sumatera Barat, Dr. Drs. Jevky Hendra, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Propinsi Sumatera Barat, Ir. Candra, M.Si., Kepala OPD se Kota Solok dan para peneliti dari Balitbu, BPTP dan Balithi.

Dalam ucapan selamat datangnya, Walikota Solok menyampaikan kegembiraannya atas kedatangan Dirjen Hortikultura tersebut yang langsung meresmikan agrowisata di Kota Solok. Zul Elfian menjelaskan bahwa Kota Solok telah membalikkan keraguan sebagian orang yang menyatakan bahwa Bunga Krisan tidak cocok untuk dibudidayakan di Payo. Ternyata setelah kurang lebih 2 tahun berjalan, Bunga Krisan di Payo dapat tumbuh secara baik dan mempunyai kualitas A dari penilaian peneliti dari Balithi.

Sementara itu, Benny dalam sambutannya menyatakan Kota Solok harus dapat memanfaatkan beberapa keuntungan, baik keuntungan geografis dan keuntungan secara teknis. Keuntungan geografis yaitu letak Kota Solok di persimpangan jalur Padang-Medan-Jakarta, sedangkan keuntungan teknis dengan terdapatnya tiga balai dari Kementerian Pertanian RI yaitu BPTP, Balitbu dan Balitro. Hal ini seyogyanya dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung agrowisata.

“Provinsi Sumatera Barat terus meningkatkan nilai jual kepariwisataan dengan membangun beberapa infrastruktur. Infrastruktur ini diharapkan dapat membuat nyaman para wisatawan yang datang ke Provinsi Sumatera Barat seperti toilet dan penginapan” lanjut mantan Sekda Kota Payakumbuh ini.

Kementerian Pertanian melalui Balibangtan menyambut gembira dengan kerja sama selama ini sehingga implementasi MoU dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Lebih kurang 2 tahun Balitbangtan telah berkontribusi melalui pengkajian kawasan Agrowisata Payo dan telah diserahkan ke Pemerintah Kota Solok. Peran Balitbangtan adalah mendukung inovasi dan teknologi pertanian untuk Agrowisata Payo. Demikian dikatakan Hardiyanto dalam sambutannya mewakili Plt. Kabalitbangtan.

“Kota Solok harus dapat mencari keunikan yang menjadi pembeda dari agrowisata yang ada di daerah lain agar agrowisata yang ada di Kota Solok ini dapat berkelanjutan. Promosi yang tepat dan baik juga sangat diperlukan guna mengenalkan keunikan destinasi wisata baru kepada calon wisatawan” lanjut mantan Kepala BPTP Sumbar ini. Agrowisata di Kota Solok juga diharapkan dapat menyediakan kuliner yang dapat membuat wisatawan nyaman untuk datang, misalkan dengan penyediaan hidroponik untuk menghasilkan sayuran untuk lalapan segar. Dalam kesempatan ini Hardiyanto menyerahkan buku yang berjudul “600 Inovasi Pertanian” kepada Walikota Solok.

Sedangkan Suwandi dalam sambutannya menyatakan dukungannya atas Agrowisata Payo yang paket lengkap. Beliau menyebutkan komoditas yang ada di Agrowisata Payo, yaitu Kopi, Bunga Krisan, Alpukat dan Manggis. Khusus untuk krisan, saat ini Jepang dan China membutuhkan bunga krisan untuk warna putih dan kuning. Mereka menggunakan krisan untuk upacara keagamaan.

Suwandi menyarankan untuk produk kopi agar dikombinasikan dengan alpukat untuk dijadikan avocado coffe. Menurut Suwandi, ramuan kopi dengan alpukat dapat meningkatkan stamina dan memperlancar nafas. Dengan demikian terdapat keunikan yang dijual ke masyarakat. Suwandi juga mengingatkan agar selalu optimis dan mengedepankan kerja sama dalam mencapai tujuan. Pejabat yang berkantor di Pasar Minggu ini memberi resep kesuksesan yaitu Ikhlas, menikmati, bersyukur, berbagi dan berbahagia. Jika kelima resep ini diterapkan maka kesuksesan akan mudah dicapai.

Pada launching tersebut dilakukan field day panen bunga krisan yang bibitnya berasal dari Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) Cianjur, Jawa Barat.

Acara disambung dengan penanaman bibit durian sebagai simbol pencanangan Agrowisata Kampung Durian yang berlokasi di Kelurahan Nan Balimo Kecamatan Tanjung Harapan Kota Solok (fa).

Kelompok Tani Pasir Maju Belajar Pengendalian Hama Penyakit Padi Secara Organik

Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman padi merupakan komponen penting dalam usaha tani. Serangan hama dan penyakit menyebabkan produksi padi berkurang ataupun gagal panen. Pentingnya pengendalian hama dan penyakit menjadikan komponen ini salah satu dari Sapta Usaha Tani.

Kelompok tani Pasir Maju yang berlokasi di Laing Pasir Kelurahan Laing menyadari pentingnya pengendalian hama dan penyakit pada padi. Untuk itu dengan difasilitasi oleh Dinas Pertanian Kota Solok, pada tanggal 23 Mei 2018 diundang Inisiator Budidaya Padi Organik Kota Solok yang merupakan Mantan Kepala Laboratorium Pengendalian Hama dan Penyakit Propinsi Sumatera untuk Wilayah Kota Solok, Kab. Solok dan Kab. Solok Selatan, Ir. Syabaruddin untuk bertindak sebagai pemandu. Kegiatan ini merupakan rangkaian Sekolah Lapang Padi Organik yang direncanakan berlangsung selama 8 (delapan) kali pertemuan. Peserta berjumlah 25 orang antusias menyimak materi yang disampaikan pemandu. Hadir dalam kegiatan ini Kepala Seksi Penerapan Teknologi Dinas Pertanian, Fathoni Abdillah, M.Eng, Penyuluh Laing, Desi Armiaty, S.ST dan Staf Dinas, Ricky, SP., M.Si.

Ada 5 hama dan penyakit utama pada padi yaitu tikus, blast, penggerek batang, serangga dan tungro.

Tikus merupakan hewan pengerat yang hidup pada lingkungan yang kotor. Kalau pada tikus sawah biasanya hidup di pematang yang tidak dibersihkan dan rimbun. Pengendalian alaminya dengan sistem pertanaman dengan teknologi jajar legowo baik 4:1 atau 2:1, pemakaian perangkap dari bambu ataupun pipa dan tanam serentak. Sedangkan blast merupakan penyakit yang disebabkan oleh cendawan. Ada 4 jenis blast yaitu leave blast (pada daun), node blast (pada buku), neck blast (pada ujung malai) dan seed blast (pada gabah). Pengendalian penyakit blast hampir sama dengan pengendalian tikus, yaitu dengan teknologi jajar legowo untuk mencukupi sinar matahari dan mengurangi kelembaban. Hanya leave blast yang bisa ditanggulangi.

Lebih lanjut Ir. Syabarudin menyampaikan, penggerek batang disebabkan oleh ulat. Cara pengendalian dengan memahami metamorfosis/siklus hidup ulat mulai dari telur sampai kupu-kupu. Ulat dimusnahkan dengan pestisida nabati. Untuk serangga dikendalikan dengan mengalihkan perhatian dengan bunga matahari atau refugia. Sedangkan tungro yang disebabkan oleh virus dikendalikan dengan pemusnahan tanaman yang terjangkit. Tungro dicirikan dengan tanaman yang kerdil dan menyerupai kipas.

Sebelum penyampaian materi, peserta melakukan pengamatan pada tanaman padi secara berkelompok dan melakukan presentasi hasil pengamatan terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman serta kondisi ada tidaknya hama, penyakit dan gulma di sekitar objek pengamatan.

Kegiatan ini diadakan di rumah salah satu anggota Kelompok Tani Pasir Maju. Walau dalam kondisi berpuasa, peserta mengikuti sekolah lapang sampai selesai.

Untuk diketahui, Wilayah Laing Pasir Kelurahan Laing sedang dikembangkan sebagai pusat padi organik di Kota Solok bersama dengan wilayah Bandar Pandung Kelurahan Tanah Garam. Hal ini untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang berusaha mencari pangan yang lebih aman untuk dikonsumsi serta bebas residu an organik, terutama bahan kimia yang berasal pupuk dan pestisida (fa).

Puskeswan Kota Solok Lakukan Operasi Kucing

Tim dari UPTD Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kota Solok berhasil melakukan operasi bedah (sectio caesaria) terhadap kucing berjenis Mix Angora bernama Gigi. Tim yang terdiri dari drh. Efal Afriandoni dan dibantu oleh Paramedis bernama Yani.

Operasi dilakukan pada tanggal 18 April 2018 bertempat di UPTD Puskeswan, Jalan Proklamasi Kota Solok. Kucing berumur 1 tahun tersebut terpaksa dioperasi karena kesulitan melahirkan. Sebelumnya tanggal 14 April 2018, Gigi melahirkan 2 ekor anak di rumah pemiliknya di Tanah Garam, namun 2 ekor anak tersebut mati.

Pemilik kucing yang bernama Novi masih penarasan karena perut Gigi masih besar dan ternyata setelah diperiksa lanjutan dengan USG ditemukan 4 ekor anak. Dengan pertimbangan sudah beberapa hari jarak dari kelahiran sebelumnya maka tim memutuskan untuk melakukan operasi.

Operasi berlangsung selama kurang lebih 1,5 jam dan akhirnya 4 ekor anak dapat dikeluarkan dengan selamat serta induknya juga dalam keadaan stabil.

Tim dokter mengapresiasi pemilik kucing tersebut yang memutuskan untuk membawa Gigi ke Puskeswan. Seluruh biaya operasi ditanggung secara swadaya oleh majikan Gigi. Kedepannya, masyarakat diharapkan lebih perhatian terhadap binatang peliharaannya dan cepat dibawa ke Puskeswan jika menemui kejanggalan pada kesehatannya (fa).

 

BPTP Sumatera Barat Latih Petani Lahan Miring Kota Solok

Pemerintah terus mengusahakan peningkatan produksi hasil pertanian, baik secara ekstensifikasi, intensifikasi ataupun diversivikasi. Salah satu usaha peningkatan produksi hasil pertanian adalah mengoptimalkan pengolahan lahan miring sehingga dapat meningkatkan produktivitas hasilnya.

Berbagai cara diusahakan untuk mengoptimalkan budidaya di lahan miring, yaitu dengan olah lahan yang benar, metode pembentukan lahan (melintang kemiringan), manajemen pengairan, pemilihan tanaman yang sesuai dan manajemen pemupukan.

Demikian disampaikan oleh Ir. Ismon Lenin, M.Si., Peneliti Madya dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Barat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian pada Pelatihan Pengolahan Lahan Miring pada tanggal 11 April 2018 di Aula Dinas Pertanian Kota Solok.

Pelatihan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian Kota Solok, Ir. Kusnadi, MM. Dalam sambutannya, Kepala Dinas mengharapkan petani Kota Solok menerapkan prinsip konservasi pada budidaya lahan miring sehingga peningkatan produksi hasilnya dapat dicapai dan mencegah kemungkinan dari bencana tanah longsor akibat pengolahan lahan yang tidak tepat.

Lebih lanjut, Kepala Dinas menyampaikan agar petani Kota Solok ulet dalam berusaha tani. Petani yang berhasil umumnya berasal dari petani yang ulet dan menerapkan prinsip usaha tani yang benar (fa).

Dinas Pertanian Melakukan Pembekalan Kepada Penerima Bantuan PKPU

Dinas Pertanian selalu terbuka untuk masyarakat  bila diperlukan demi kemajuan sektor Pertanian Kota Solok. Masyarakat umum atau lembaga kemasyarakatan, khususnya petani dapat mengundang Dinas Pertanian untuk memberikan pelatihan, sosialisasi atau pembekalan ilmu dan keterampilan pertanian kepada masyarakat Kota Solok yang membutuhkan.

Untuk itu, bertempat di Sekretariat PKPU Kota Solok di Jalan Syech Kukut Sawah Aro Kelurahan Tanjung Paku, PKPU Kota Solok pada tanggal 22 Maret 2018 menyelenggarakan Pembekalan kepada calon penerima bantuan ternak ayam kampung untuk dibudidayakan. PKPU mengundang Dinas Pertanian Kota Solok untuk menjadi nara sumber dengan materi Membuat pakan ayam secara organik. Hadir sebagai pemateri dari Dinas Pertanian, Kepala Seksi Penerapan Teknologi Bidang Penyuluhan, Fathoni Abdillah, S.Pt., M.Eng.

Pada pembekalan tersebut disampaikan tentang kebutuhan nutrisi ayam kampung, klasifikasi pakan menurut sumber nutrisi dan cara mencampur bahan pakan sesuai kebutuhan ayam kampung.

Menurut panitia pelaksana dari PKPU, Dewi Novita Sari, SP., penerima bantuan berasal dari keluarga kurang mampu di Kota Solok berjumlah 10 keluarga. Nantinya, calon penerima bantuan akan menerima 1 ekor ayam jantan dewasa, 3 ekor ayam betina siap bertelur  dan 30 ekor anak ayam serta 1 unit kandang ayam.

Lebih lanjut, menurut lulusan Pertanian Universitas Andalas tahun 2018 ini, Dinas Pertanian diharapkan dapat membina dan mendampingi penerima bantuan sehingga usaha ternak ayam kampungnya dapat berhasil sesuai nama kegiatannya “Program Kelompok Usaha Masyarakat Mandiri to The Winner” (fa).

Dinas Pertanian Menyelenggarakan Pelatihan Budidaya Palawija

Pembangunan Pertanian telah terbukti mempunyai peran srtategis dalam perekonomian nasional. Peran strategis ini melalui peran pertanian sebagai penyedia bahan pangan dan bahan baku industri, penyerap tenaga kerja, sumber devisa negara dan sumber pendapatan masyarakat, serta pelestari lingkungan melalui praktek usaha tani ramah lingkungan. Pembangunan pertanian di antaranya melibatkan subsektor tanaman pangan, hortikultura termasuk palawija.

Palawija dan sayuran merupakan tanaman pendukung kebutuhan manusia secara harfiah berarti hasil kedua atau tanaman pendamping hasil utama (padi).

Beberapa tanaman yang termasuk palawija adalah jagung, sorghum, kacang tanah, kacang kedelai, singkong, kentang, mentimun, kacang panjang dan ubi. Selain beberapa tanaman tersebut, tanaman yang menempel seperti labu, blewah, melon, semangka dan sejenisnya juga dapat disebut tanaman palawija, meskipun sekarang beberapa tanaman tersebut digolongkan pada tanaman hortikultura.

Dinas Pertanian Kota Solok berupaya untuk menggalakkan pengembangan tanaman palawija sesuai kondisi iklim Kota Solok. Pada tanggal 15 Maret 2018 diselenggarakanlah Pelatihan Budidaya Palawija pada komoditas kedelai, kacang tanah dan kacang hijau. Nara sumber adalah Peneliti Utama, Ir. Atman Roja, M.Kom. dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Barat Kementerian Pertanian.

Acara dibuka oleh Kepala Bidang Penyuluhan Ir. Zeldi Efiza mewakili Kepala Dinas Pertanian. Dalam sambutannya disampaikan agar peserta mengikuti pelatihan dengan baik sampai selesai dan mengaplikasikan di lapangan (fa).

Petani Kota Solok Belajar Budidaya Tabulampot

Impian kebanyakan orang adalah memiliki tanaman buah di halaman rumah sendiri. Buahnya tumbuh lebat, menjuntai, dan mudah dipetik. Namun, impian tersebut sirna ketika areal tanah yang dimiliki terbatas. Teknologi Tabulampot (Tanaman buah tumbuh dalam pot) menjadi pilihan menanam buah di lahan yang sempit karena padatnya penduduk. Memilih tanaman buah yang cocok ditanam dalam pot, melakukan perawatan harian, hingga cara mempercepat munculnya buah adalah teknik yang harus dikuasai oleh masyarakat yang ingin membudidayakan buah di pot. Aplikasi di dalamnya dipetik langsung dari pengalaman para hobiis tabulampot. Jadi, selain membuat rumah tampak lebih asri, impian memanen buah di halaman rumah sendiri juga bisa terealisasi.

Untuk mewujudkan impian tersebut, Kota Solok yang merupakan kota dengan sebagian wilayahnya padat penduduk, menyelenggarakan pelatihan budidaya tabulampot, agar masyarakat/petani terampil membudidayakan dengan tabulampot sehingga masyarakat dapat memperoleh buah segar di halaman rumah tanpa harus membeli.

Pada tanggal 14 Maret 2018, Dinas Pertanian Kota Solok menyelenggarakan Pelatihan Budidaya Tabulampot di Aula Dinas Pertanian, Jln. Abdurrahman Hakim No. 136 Kota Solok. Peserta merupakan petani dengan usaha di lahan terbatas pada Kelurahan Pasar Pandan Air Mati (PPA) dan Kelurahan Koto Panjang yang berjumlah 25 orang.

Bertindak selaku nara sumber adalah Peneliti Madya, Ir. Irwan Muas, MP. dari Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu Tropika) Kementerian Pertanian. Dalam materi dibahas budidaya tabulampot komoditas buah jambu air, lengkeng dan naga (fa).

Kelompok Tani Harapan Baru Belajar Perbanyakan Tanaman

Potensi kelompok tani masing-masing wilayah berbeda sehingga diperlukan kegiatan yang berbeda. Berdasarkan hal tersebut maka Dinas Pertanian Kota Solok menyelenggarakan kursus tani di Kelompok Tani Harapan Baru Kelurahan Tanjung Paku. Petani di Kelompok Tani Harapan Baru membutuhkan keterampilan untuk memperbanyak tanaman.

Pada tanggal 12 Maret 2018, Dinas Pertanian Kota Solok mengadakan kursus tani dengan materi Teknik Perbanyakan Tanaman bertempat di salah satu rumah petani kelompok tersebut. Nara sumber yang menyampaikan materi berasal dari Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu Tropika) Kementerian Pertanian di Aripan Solok, Farihul Ihsan, SP.

Dalam kursus dibahas jenis-jenis teknik perbanyakan tanaman, cara perbanyakan dan keunggulan masing-masing teknik perbanyakan. Diharapkan petani di kelompok tersebut dapat mengaplikasikan keterampilan tersebut di lapangan (fa).

Petani Kota Solok Menerima Bantuan 3 Unit Traktor Roda Dua

Disamping peningkatan produksi padi untuk mencapai swasembada beras, peningkatan kesejahteraan petani menjadi salah satu tujuan utama pembangunan pertanian. Salah satu cara untuk mewujudkan kesejahteraan petani adalah dengan efisiensi usaha tani. Pemanfaatan teknologi dengan mekanisasi pertanian adalah salah satu jalan keluar agar efesiensi usaha tani lebih baik. Pada dasarnya, peningkatan pendapatan petani diperoleh dengan penurunan biaya produksi, karena pemerintah selalu mengontrol harga hasil pertanian untuk tidak terlalu tinggi yang mengakibatkan terjadinya inflasi.

Untuk itu pada tanggal 6 Maret 2018, petani Kota Solok dari 3 kelompok tani yaitu Kelompok Tani Sawah Bukik Kelurahan Tanah Garam, Kelompok Tani Harapan Maju Kelurahan Tanjung Paku dan Kelompok Tani Pasir Maju Kelurahan Laing memdapatkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) berupa traktor roda 2 berkekuatan 6,5 PK masing-masing 1 unit. Bantuan yang traktor ini diserahkan Kepala Dinas Pertanian, Ir. Kusnadi, MM di halaman Kantor Dinas Pertanian di VI Suku.

Bantuan ini diterima oleh Syamsudin sebagai Ketua Kelompok Tani Sawah Bukik, Muhamril sebagai Ketua Kelompok Tani Harapan Maju dan Jumanda Putra selaku Ketua Kelompok Tani Pasir Maju. Turut menyaksikan Kepala Bidang Sarana, Prasarana dan Agribisnis, Ir. Eka Yulmalida serta Kepala Seksi Sarana dan Prasana Pertanian dan Perkebunan, Fitriani H., SP.

Mekanisasi Pertanian merupakan program Presiden Ir. Joko Widodo untuk mewujudkan swasembada beras. Di era Pemerintahan Ir. Joko Widodo telah didistribusikan ribuan alat mesin pertanian ke seluruh Indonesia, selain pembangunan dan rehabilitasi sumber dan jaringan irigasi pertanian (fa).

Kelompok Tani Pasir Maju Antusias Mengikuti Praktek Pembuatan Pupuk Organik

Kebutuhan pupuk menjadi hal yang penting bagi petani. Tanpa pupuk petani tidak bisa berusaha tani secara optimal karena tanaman yang diusahakan tidak tumbuh dengan baik. Untuk mengatasi kemungkinan kekurangan pupuk dan untuk meningkatkan efisiensi usaha tani, petani diharapkan dapat menyediakan pupuk secara mandiri dari bahan yang ada di sekitar mereka.

Pada tanggal 6 Maret 2018, Kelompok tani Pasir Maju yang diketuai oleh Jumanda Putra mengadakan praktek pembuatan pupuk organik (kompos) di lokasi Kelompok tani Pasir Maju. Kegiatan ini sebagai rangkaian dari Sekolah Lapang Padi Organik yang direncanakan dilangsungkan selama 8 kali pertemuan.

Praktek pembuatan pupuk organik ini diikuti oleh 32 orang anggota kelompok tersebut. Pada praktek pembuatan pupuk organik ini diperlihatkan mulai dari pencincangan jerami padi kering sebagai bahan utama pupuk organik sampai pada semua bahan siap dieramkan sekitar 3 minggu.

Praktek pembuatan pupuk organik ini dipandu oleh Penyuluh Pertanian Wilayah Kerja Laing, Desi Armiaty, S.ST. dan didampingi oleh Koordinator BPP untuk Kecamatan Tanjung Harapan, Siska Nofita, SP., M.Si. (fa).